Cakrawala News
Portal Berita Online

Polri Bekuk Jaringan Pelaku Penipuan dan Online Shop Grab Toko

0 145

JAKARTA CAKRAWALA.CO -Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap tersangka berinisial YMP (33 tahun) pelaku penipuan daring dan pencucian uang.

Tersangka pelaku adalah seorang karyawan swasta diamankan Polisi berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B/0019/I/2021.

Menurut Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Polisi Slamet Uliandi modus pelaku meminta bantuan pihak ketiga untuk membuat website belanja daring.

ads bukopin

” Website ini juga diketahui menggunakan hosting di luar negeri”, Brigjen Pol Slamet Uliandi pada wawancara yang dilakukan secara virtual, Senin (11/01/2021).

Penangkapan tersangka dilakukan di kawasan kelurahan Selong Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Sabtu 9 januari 2021.

“tersangka ditangkap sekitar pukul 20.00 WIB. Dari tangan pelaku, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya 4 (empat) unit ponsel pintar merk Samsung dan Oppo, 1 (satu) unit laptop, 2 (dua) buah Simcard, 1 (satu) buah KTP dan 4 (empat) buku cek dari bank BRI, BCA dan Mandiri.”ungkapnya.

Menurut Slamet Pelaku melancarkan aksinya dengan cara membuat sebuah website bernama GrabToko (www.grabtoko.com) yang menawarkan berbagai macam barang elektronik dengan harga yang sangat murah.

hal ini mengundang minat banyak orang yang akhirnya berbelanja namun barang tidak kunjung dikirimkan. Dari informasi pelaku, diketahui ada sejumlah 980 (sembilan ratus delapan puluh) costumer yang memesan barang elektronik dari situs GrabToko, namun hanya 9 (sembilan) customer yang menerima barang pesanan tersebut. dan 9 (sembilan) barang yang dikirimkan kepada costumer itu ternyata dibeli pelaku di ITC oleh pelaku dengan harga normal”ujarnya.

Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri KBP Adex Yudiswan menyebut Pelaku menyewa kantor di kawasan Kuningan.

“pelaku mempekerjakan 6 (enam) orang karyawan costumer service, yang bertugas untuk meminta tambahan waktu pengiriman barang. apabila ada konsumen yang bertanya mengapa barang pesanannya tidak kunjung dikirimkan.”ungkapnya.

Keenam costumer service tersebut lanjut Adek bekerja dengan dengan dibekali laptop oleh pelaku, yang ternyata didapatkan dengan cara menyewa dari orang lain.

Sementara itu dalam melaksanakan proses penyidikan, Dittipidsiber Bareskrim Polri dibantu oleh beberapa bank yang di antaranya bank BCA, BNI & BRI.

Pihak bank juga membantu penyidik dalam upaya penanganan tindak pidana ini. Total kerugian ditafsir sekitar 17 Miliar Rupiah dari pihak iklan dan pembeli.

Selain itu juga, Pelaku disinyalir menginvestasikan uang hasil kejahatannya ke dalam bentuk crypto currency, dan hal ini akan ditangani melalui berkas terpisah.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 28 ayat 1 juncto pasal 45A ayat 1 undang-undang nomor 19 tahun 2016 atas perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008 dan/atau pasal 378 KUHP dan/atau pasal 82 dan/atau pasal 85 undang-undang nomor 3 tahun 2011 tentang Transfer Dana, dengan ancaman maksimal 6 (enam) tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).


Dalam kesempatan ini Dir tipidsiber menyampaikan bahwa dalam era 4.0 dan memasuki era 5.0 ini dinamika kejahatan menggunakan media dunia maya berkembang terus dan polanya sama, menjual barang murah untuk mengumpulkan korban, baik berupa elektronik, logam mulia kendaraan, properti dan masih banyak penawaran lainnya.

Berhati hati dengan bujuk rayu barang murah dan sangat menguntungkan. Kroscek dan banyak melakukan riset sebelum terjebak dengan modus penipuan serupa. Kami juga selalu memantau dan melakukan upaya upaya untuk hal ini tidak terjadi lagi


Sementara itu Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol K. Eko Saputro, SH., MH usai menerima telegram dari Mabes polri terkait adanya penipuan berkedok online, langsung meminta lapor jika ada masyarakat Kalteng yang merasa tertipu dengan hasil olah kelompok YMP.

“, untuk segera melaporkan kepada polres setempat atau datang langsung ke Polda Kalteng. Kami juga siap membantu masyarakat Jika ada mendapat penipuan dengan berkedok menang undian, atau kirim barang tapi tidak sampai dan kami berusaha untuk bisa membantu masyarakat yang terkena tipu tersebut.”tukasnya.*** ( TIM/Humas )

Leave A Reply

Your email address will not be published.