Cakrawala News
Portal Berita Online

Polres Tulungagung Ungkap 26 Kasus Selama Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2022

0 158

TULUNGAGUNG CAKRAWALA.CO – Satuan Reserse Narkoba Polres Tulungagung berhasil mengungkap 26 kasus selama kurun waktu 12 hari mulai 22 Agustus hingga 2 September dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2022.

Dari 26 kasus tersebut, 17 diantaranya adalah kasus narkotika, 2 kasus psikotropika dan 7 sisanya kasus Okerbaya (obat keras berbahaya). Hal itu disampaikan Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto saat memimpin pers rilis di Mapolres Tulungagung, Kamis (8/9/2022).

“26 kasus itu merupakan hasil pengungkapan Satresnarkoba dan Polsek jajaran selama 22 Agustus sampai 2 September dengan mengamankan sebanyak 34 tersangka yang terdiri dari 31 laki-laki dan 3 perempuan. Termasuk 3 diantaranya residivis yaitu IM, HS dan HKA,” terang AKBP Eko.

Selain mengamankan para tersangka, Satresnarkoba Polres Tulungagung juga menyita barang bukti Narkotika golongan I jenis Sabu seberat 22,33 gram, Psikotropika berupa pil Alprazolam sebanyak 29 butir, dan Obat Keras Berbahaya (Okerbaya) berupa pil dobel L sebanyak 2.179 butir. Serta barang bukti lainnya yakni, 29 buah pipet kaca, 4 buah Timbangan digital, 31 buah HP, 10 buah alat hisap (bong), 5 unit sepeda motor, dan uang tunai sebesar Rp 662.000.00,–(Enam ratus enam puluh dua ribu rupiah).

Lebih lanjut disampaikan Kapolres, pengungkapan kasus ini berasal dari TKP di 12 wilayah Kabupaten Tulungagung, diantaranya adalah, Tulungagung Kota 6 TKP, Kauman 4 TKP, Kedungwaru 3 TKP, Boyolangu 3 TKP, Ngantru 3 TKP, Rejotangan 2 TKP.

“Sedangkan untuk wilayah Gondang, Ngunut, Sumbergempol, Campurdarat, Pakel, dan Pucanglaban masing-masing 1 TKP,” terangnya.

Selanjutnya untuk para tersangka akan dikenakan Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, setiap orang tanpa hak memiliki, menyimpan, menguasai datau menyediakan Narkotika golongan I jenis shabu, dipidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, tindak pidana memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan 1 jenis shabu yang beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun penjara.

Pasal 62 Undang-Undang No. 5 tahub 1997 Tentang Psikotropika yang berbunyi, barangsiapa secara tanpa hak memiliki, menyimpan dan atau membawa psikotropika dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Dan Pasal 197 Sub Pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi tanpa ijin edar obat dan bahan yang berkhasiat obat berupa pil dobel L, dengan ancaman hukuman 15 (lima belas) tahun penjara.

“Kami berharap kepada masyarakat semuanya agar selalu waspada agar jangan sampai terjerumus dalam bahaya pengaruh narkoba, karena penyebaran narkoba akhir-akhir ini sudah hampir menyeluruh menyebar di semua wilayah Tulungagung,” pungkas AKBP Eko Hartanto. (ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.