Cakrawala News
Portal Berita Online

Polres Trenggalek Tetapkan Tiga Tersangka Pencabulan Anak Dibawah Umur, Satu Diantaranya Buron

0 152

TRENGGALEK CAKRAWALA.CO – Polres Trenggalek tetapkan 3 orang pelaku pencabulan anak usia 15 tahun sebagai tersangka. Dari ketiga pelaku, 1 diantaranya masih berstatus sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino mengatakan petugas telah mengamankan 2 pelaku pencabulan anak usia 15 tahun di pantai Konang Kecamatan Panggul Trenggalek, sedangkan 1 tersangka masih dilakukan pengejaran.

“Dua orang tersangka yakni berinisial BAM (19) yang merupakan warga Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo dan BAN (18) warga asal Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek. Keduanya diamankan pada tanggal 23 Agustus 2022 kemarin di area hutan Precet masuk Desa Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek. Sedangkan satu tersangka lainnya berinisial AP kita tetapkan sebagai DPO dan masih kita lakukan pengejaran,” ungkapnya, Senin (29/8/2022).

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, kejadian itu berawal saat korban yang juga merupakan warga Kecamatan Pule tidak pulang ke rumah selama semalaman. Ayah korban kemudian menanyakan hal tersebut, namun korban tidak menjawab dan hanya diam saja.

“Beberapa hari kemudian, ayah korban menerima informasi bahwa korban telah dicabuli oleh 3 orang tersangka tersebut. Merasa tak terima ayah korban kemudian melaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Trenggalek,” kata Kapolres Alith.

Menerima laporan tersebut, jajaran kepolisian Polres Trenggalek melakukan penyelidikan secara mendalam hingga berhasil mengamankan 2 orang pelaku yakni BAM dan BAN.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban sebelumnya dipaksa untuk minum minuman keras,” tegasnya.

Menurut informasi yang diterima, saat malam dimana korban tak pulang kerumahnya. Ayah korban berusaha mencari tau dan bertanya kepada guru bela diri korban. Apakah malam itu ada jadwal latihan bela diri atau tidak.

“Sampai akhirnya, korban menceritakan semua kejadian yang dialami kepada guru bela dirinya. Lalu menyampaikan hal itu ke ayah korban,” jelas Kapolres Alith.

Sementara itu, barang bukti yang berhasil diamankan antara lain, kaos lengan pendek, rok panjang, jaket, kerudung, pakaian dalam dan gelas plastik yang telah dipotong dan digunakan untuk minum-minuman keras.

Hingga berita ini ditulis, 2 pelaku masih harus menjalani penyidikan dan penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut.

“Atas perbuatannya ini, pelaku dijerat dengan Pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat (1) dan Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat (1), ayat (2) UURI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar dan Pasal 6 huruf c, Pasal 15 ayat (1) huruf g UURI No. 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 300 juta,” pungkasnya. (ag).

Leave A Reply

Your email address will not be published.