Cakrawala News
Portal Berita Online

Polres Ponorogo Berhasil Tangkap Pengedar Dan Pemakai Narkotika

0 70

PONOROGO, CAKRAWALA.CO – Sat Narkoba Polres Ponorogo tidak sampai 2 pekan berhasil mengamankan 9 Tersangka tindak pidana penyalahan Narkotika, serta mengamankan barang bukti 3000 butir doubel L serta sabu dengan berat 12 gram.

Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nor aziz mengatakan, “dalam operasi selama tanggal 24 agustus sampai dengan 4 september, Alhamdulillah kita peroleh yang pertama obat keras berjenis doubel L sebanyak 3000 butir dan Narkotika dengan jenis sabu dengan berat 12 gram. Dari operasi ini kita peroleh 9 Tersangka berasal dari Ponorogo dan Madiun,” ujarnya, Kamis 10 September 2020.

Dalam press rillis tersebut Kapolres Ponorogo di dampingi Kasat Narkoba dan Humas Polres Ponorogo serta menghadirkan semua TSK dan Barang Bukti. Penangkapan tersangka tersebar di 8 TKP dan mendapatkan 9 tersangka berikut barang buktinya sabu dan narkotika.

ads bukopin

“Dari beberapa hal ini kami mengharapkan kepada seluruh warga masyarakat Ponorogo untuk tidak memakai dan mengedarkan serta menjual narkotika dan obat keras golongan G yang dilarang oleh Pemerintah. Informasi yang sudah kami peroleh, beberapa tersangka adalah pemain baru di Ponorogo dan ada sebagian yang memang pemain lama. Untuk masing-masing Tersangka ini ada yang sebagai pengguna, ada yang sebagai pengedar dan ada juga yang sebagai penjual. Untuk narkotika ini ada yang berasal dari luar daerah diantaranya berasal dari Surabaya dan Jakarta,”ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan,” total pil doubel L sebanyal 3000 butir dan untuk sabu-sabunya 12 gram dan kalau di rupiahkan kurang lebih sekitar 50 juta,”tambahnya.

AKBP Mochamad Nor Aziz juga menjelaskan,”kalau titik rawan di wilayah ponorogo hampir semuanya ada tapi yang lebih banyak di wilayah perkotaan. Karena di wilayah perkotaan ini banyak mahasiswa dan sedangkan yang dari desa merapat ke perkotaan. Dan yang jelas setiap pengguna ini mengasingkan diri atau menempatkan untuk menggunakan itu tidak di halayak umum. Sedangkan untuk sistem penjualan nya mereka kepada orang yang dikenal saja, akan tetapi yang sabu-sabu memang menggunakan jaringan-jaringan tertentu,”jelasnya.

Target dari para pengedar dan penjual ini diantaranya adalah Mahasiswa-mahasiswa di wilayah Perguruan Tinggi Ponorogo.

Sedangkan untuk ancaman hukuman tersangka ini sesuai Undang-undang 36 tahun 2009 untuk kesehatan dengan ancaman 10 tahun maksimal dan undang-undang 35 tahun 2009 itu ancamannya 12 tahun maksimal. (Sus)

Leave A Reply

Your email address will not be published.