Cakrawala News
Portal Berita Online

Polres Madiun Ungkap Kasus Narkoba, Pelaku : “Untuk Menambah Stamina dan Bersenang-Senang”

0 115

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya (Satresnarkoba) Polres Madiun, merilis tiga hasil ungkap kasus kejahatan narkotika jenis sabu dan pil double L, dengan lima tersangka sebagai pemakai dan pengedar barang haram tersebut, di Joglo Mapolres Madiun, Selasa 8 September 2020.

Kelima tersangka adalah laki-laki, inisial KWN (22) warga Desa Sugih Waras, Kecamatan Saradan-Kabupaten Madiun, ACJ (48) warga Desa Jeruk Gulung, Kecamatan Balerejo-Kabupaten Madiun, RRM (24), TSY (21) dan ERI (18) ketiganya warga Desa Bajulan, Kecamatan Saradan-Kabupaten Madiun.

Kapolres Madiun, AKBP Eddwi Kurniyanto menjelaskan, kelima tersangka ditangkap di tiga lokasi berbeda. Ini berdasarkan laporan masyarakat dan juga hasil pengembangan penyidikan kasus yang sama sebelumnya. Sedangkan barang bukti yang diamankan petugas dari tangan tersangka yaitu, sebanyak 25.000 butir pil berlogo LL (Double L) dan sabu-sabu seberat 0,26 gram. Menurut pengakuan tersangka, selain menjual kelimanya juga mengkonsumsi untuk menambah stamina dan bersenang-senang.

ads bukopin

“Kelimanya ini ada yang ditangkap ditempat berbeda. Ada yang dirumahnya, dirumah orang tuanya dan di area SPBU yang menjadi lokasi transaksi dengan menggunakan sistem ranjau,” ungkap Kapolres.

AKBP Eddwi membenarkan jika salah satu dari kelima tersangka merupakan jaringan pengedar narkoba yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) luar Madiun. Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, pengungkapan kasus ini adalah hasil pegembangan penyelidikan kasus sebelumnya yang kini tengah diproses oleh petugas. Termasuk saat ini pihaknya tengah melakukan pengembangan terkait keterlibatan jaringan Lapas tersebut.

Dari pengakuan tersangka, rata-rata mereka melakukan transaksi selama satu tahun terakhir. Yakni, selama pandemi Covid-19 (virus Corona). Pil setan ini mereka jual dalam bentuk paket, dengan harga bervariasi. Satu paket berisi 20 butir, dan mereka jual dengan harga antara 60 sampai 80 ribu rupiah. Kemudian untuk konsumennya ditambahkan Kapolres, adalah dari komunitas mereka sendiri.

“Transaksi yang mereka gunakan dengan calon pembeli menggunakan sistem ranjau, dan pembelinya adalah kalangan mereka sendiri,” kata Kapolres.

Sementara atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan Pasal 112 Ayat (1) dan atau Pasal 127 Ayat (2) UU RI Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman pidana paling singkat 4 tahun dan selama lamanya 12 tahun penjara.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.