Cakrawala News
Portal Berita Online

Polres Madiun Amankan 3 Tersangka dan 15,24 gram Shabu.

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Sat Narkoba Polres Madiun berhasil ungkap kasus penyalahgunaan narkotika dalam 1 bulan, sebanyak 15,24 gram barang bukti Shabu serta tiga tersangka diamankan.

Kapolres Madiun AKBP Eddwi Kurniyanto, didampingi Kasat Narkoba Polres Madiun AKP Agung Darmawan dan Kasubbag Humas Polres Madiun AIPTU Yudi Kristiawan, menggelar pers rilis pengungkapan kasus narkoba yang terjadi di wilayah hukum Polres Madiun, Selasa 25 Februari 2020, di Joglo Mapolres Madiun.

Dalam keterangannya Kapolres menjelaskan, hasil ungkap kasus penyalahgunaan narkotika dalam 1 bulan terakhir pihaknya mengamankan 3 orang tersangka di 3 tempat berbeda. Adalah Septian Navy Putra (43) warga Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman – Kota Madiun, Heri Subagio (44) warga Kelurahan Oro Oro Ombo, Kecamatan, Kartoharjo – Kota Madiun dan Cundoko Seno Prasetyo (22) warga Kecamatan Mejayan – Kabupaten Madiun.

Sedikitnya 15,24 gram barang bukti Shabu beserta alat bukti lain berupa alat hisap (bong) dan timbangan digital. Selain mengamankan Shabu, polisi juga mengamankan1 unit sepeda motor merk yamaha jenis fino Nopol AE 3625 HQ dan 1 unit telepon seluler, diamankan dari ketiga tersangka.

“2 tersangka kami tangkap berdasar informasi masyarakat, 1 tersangka merupakan target yang sudah lama kita pantau, kemudian kami lakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti, kemudian kami lakukan penangkapan,” kata AKBP Eddwi.

Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan, pengakuan tersangka, mereka yang berprofesi karyawan rumah makan dan pegawai barber shop ini, biasa menggunakan shabu untuk meningkatkan stamina. Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, pihaknya bakal mengembangkan kasus ini, termasuk keterkaitan para tersangka dengan jaringan narkoba di Lapas Madiun.

“Tersangka membeli Shabu dengan harga 100 ribu hingga 350 ribu dengan sistem ranjau. Lebih lanjut kita masih proses penyidikan dapatnya darimana, untuk kita ungkap bandar yg paling besar,” kata Kapolres.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan/atau Pasal 132 ayat (1) jo Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 Tahun dan paling lama 12 tahun penjara, serta denda paling sedikit 800 ribu rupiah, paling banyak 800 juta rupiah.*(Ayu/Win)

%d bloggers like this: