Cakrawala News
Portal Berita Online

Polres Gresik Ringkus Komplotan Pembuat dan Pengedar Uang Palsu

0 157

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Polres Gresik mengamankan 4 orang pembuat dan pengedar uang palsu. Sebanyak 580 lembar pecahan 100.000 atau senilai Rp58 juta turut diamankan dari tangan tersangka.

Ke-4 tersangka adalah AAS (25), ES (50), keduanya warga desa Bakalan, kecamatan Balongbendo, kabupaten Sidoarjo, MNA (48) asal desa Guranganyar, kecamatan Kebonsari, kabupaten Madiun serta CW (49) asal desa Bulusari, kecamatan Tarokan, kabupaten Kediri.

Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitriyanto menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal pada Rabu, (10 Juni 2020) sekitar jam 12.00 WIB, salah seorang pemilik toko di desa Cangkir, kecamatan Driyorejo mendapati seseorang yang sedang berbelanja di tokonya menggunakan uang pecahan Rp 100.000.- palsu. Ia lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Driyorejo,

Selanjutnya anggota Polsek dan Opsnal Polres Gresik berhasil mengamankan 1 orang pelaku atas nama AAA, dari pengakuannya kemudian diamankanlah ke-3 tersangka lainnya.

“Modusnya adalah mereka membelanjakan uang palsu di toko untuk memperoleh uang kembalian,” ungkapnya, pada konferensi pers, Selasa (16/6/2020) di halaman Mapolres Gresik.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa Printer, alat sablon, cat printer, kertas coklat, 580 lembar uang palsu pecahan Rp.100 ribu serta sejumlah bungkus rokok dan mie instan hasil belanja mereka.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 244 dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau 245 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1). Serta Pasal 36 Ayat (1,2,3), Pasal 37 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata uang juncto 55 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Arief Fitrianto berpesan agar masyarakat selalu berhati-hati dari peredaran uang palsu saat bertransaksi dengan konsep 3D, yakni dilihat, diraba dan diterawang.

“Disaat pandemi corona ini ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi. Karena itu hendaklah berhati-hati saat bertransaksi dengan uang tunai,” ujarnya.

Sementara Kepala Divisi Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Abror yang hadir pada konferensi pers memastikan uang yang diamankan tersebut adalah palsu.

Sebagai bentuk apresiasi, Bank Indonesia kemudian menyerahkan cindera mata kepada Kapolres Gresik karena telah mengungkap produsen uang palsu. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.