Polres Garut Bongkar Prostitusi Online, Amankan Dua Gadis Dibawah Umur

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,  – Jajaran Kepolisian Garut berhasil membongkar jejaring  prostitusi online yang menjalankan operasinya lewat aplikasi medsos. Mereka menyediakan layanan seks bagi para lelaki hidung belang dengan memesan   Pekerja Seks Komersial (PSK) melalui aplikasi pesan online.

Menurut Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna kegiatan prostitusi melalui dunia maya tersebut sudah berlangsung hampir satu tahun berdasarkan pada pengakuan para tersangka yang berhasil diamankan.

“pengakuan para tersangka yang kita amankan mereka sudah beroprasi sekitar satu tahun ini,” Kata Kapolrwes Bdui didampingi Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mapaseng, Sabtu (25/5/2019).

Ia mengatakan jajarannya  menemukan indikasi jual beli atau transaksi online dari para  tersangka yang menjadi muncikari yang menawarkan para PSK melalui aplikasi online Michat.

“Setelah bertransaksi, lelaki yang memesan diminta untuk datang ke Hotel Candra Kirana di kawasan Cipanas. Di sana muncikari sudah menyediakan wanitanya,” ngkap Budi.

Budi menambahkan dalam penggerebekan yang dilakukan jajarannya berhasil membongkar modus prostitusi on line tersebut pada Jumat 24/ Mei 2019 malam.

“Ada lima pria hidung belang dan tujuh PSK yang  kami bawa dan diamankan mengembangkan kasus ini terutama jejaring yang mereka bangun selama ini,”katanya.

Sejauh ini dari mereka yang diamankan lanjut Budi, baru dua orang yang memenuhi unsur untuk dijadikan tersangka yakni TA dan SA.

“Perannya masing-masing sebagai muncikari dan kurir. Keduanya merupakan warga Kota Bandung. Sedangkan para korban atau PSK berasal dari Bandung dan satu orang dari Garut. Lelaki pemesannya juga berasal dari Bandung. Alasan mereka katanya sedang liburan ke Garut,” tutur Budi.

Budi menyebut dari mereka terdapat dua orang perempuan yang masih di bawah umur dengan pengakuan mereka sebagai korban dan muncikari terpaksa terjun kedunia hitam tersebut karena dorongan kebutuhan.

“aksi prostitusi yang dijalankan di bulan Ramadan karena terdorong kebutuhan. Mereka para korban sudah beberapa hari tinggal di hotel tersebut. untuk sekali kencan, tarif yang ditawarkan berkisar dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta.,”

Bagi para tersangka Polisi akan menerapkan tiga pasal yakni Pasal 296 junto pasal 506 untuk muncikarinya dan UU perlindungan anak karena ada dua orang yang dibawah umur.

“Serta masuk juga dengan UU ITE pasal 45 junto 28 dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara,” tukasnya.***jmb

Facebook Comments
%d bloggers like this: