Cakrawala News
Portal Berita Online

Politisi Oposisi Ditahan, Peraih Nobel Alexievich Mengecam ‘Teror’ Belarusia

0 8

BELARUSIA, Cakrawala.co –Pemenang hadiah Nobel Sastra 2015, Svetlana Alexievich menuduh pihak berwenang di Belarusia meneror rakyat mereka sendiri pada hari Rabu (09/09/2020) ketika politisi oposisi lainnya ditahan oleh pria bertopeng dengan pakaian biasa.

Maxim Znak adalah tokoh terkini yang ditangkap dalam kampanye sistematis oleh Pemerintahan Presiden Alexander Lukashenko untuk mengumpulkan para pemimpin gerakan protes massal selama sebulan terakhir.

“Yang terjadi adalah teror terhadap rakyat,” kata Alexievich, yang memanggil pendukungnya ke rumahnya. “Kami harus bersatu dan tidak menyerah pada niat kami. Ada bahaya kita akan kehilangan negara,” ujarnya.

ads bukopin

Untuk menunjukkan solidaritas dengan Alexievich, para diplomat dari setidaknya tujuh negara Eropa bergabung dengan Alexievich di kediamannya. Salah seorang Diplomat Lithuania mengatakan sebagian tujuan utusan itu untuk melindungi penulis dari pelecehan.

Znak ditahan dua hari setelah pemimpin oposisi lainnya. Maria Kolesnikova, diculik di jalan oleh pria bertopeng. Keduanya adalah pemimpin protes terkemuka yang menuntut pengunduran diri Lukashenko setelah pemilihan presiden 9 Agustus lalu yang menurut pihak oposisi dicurangi. Sedangkan, Lukashenko membantah adanya kecurangan.

Pengacara Kolesnikova mengatakan Kolesniova ditahan karena tuduhan upaya ilegal untuk merebut kekuasaan.

Penahanan Znak membuat Alexievich sebagai anggota terakhir Dewan Koordinasi oposisi masih aktif di Belarusia.

Sisanya telah melarikan diri, dipaksa ke luar negeri atau ditahan dalam tindakan keras oleh pasukan keamanan Lukashenko saat ia berusaha untuk mempertahankan cengkeraman kekuasaannya selama 26 tahun. Kementerian Dalam Negeri Belarusia mengatakan, 121 pengunjuk rasa lainnya telah ditangkap pada hari Selasa, (08/09/2020).

Lukashenko menuduh negara-negara Barat ikut campur dengan mendukung oposisi. Linas Linkevicius, Menteri Luar Negeri Lithuania, mengatakan kepada Reuters bahwa para diplomat berada di apartemen Alexievich untuk memantau situasi, dan “karena lebih sulit untuk menggunakan metode brutal ketika staf diplomatik ada”.

“Mereka adalah pengunjung warga Alexievich, atas undangannya,” katanya. “Dia warga negara, dia punya flat, dan ada tamu di flat itu”.

Salah seorang Diplomat Lithuania di flat tersebut mengatakan utusan dari Austria, Republik Ceko, Jerman, Polandia, Slovakia dan Swedia ada di sana.

Leave A Reply

Your email address will not be published.