Cakrawala News
Portal Berita Online

Polisi Ungkap Kasus KDRT di Tulungagung Sebabkan Kematian Seorang Istri

0 148

TULUNGAGUNG CAKRAWALA.CO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulungagung berhasil mengungkap kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menyebabkan kematian seorang ibu rumah tangga inisial SU (43) warga Dusun Genggeng, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.

Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan seorang pelaku inisial WR (50) yang tak lain adalah suami korban.

Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto, Sh, Sik, Mh, saat konferensi pers mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari adanya laporan kejadian seorang perempuan yang ditemukan meninggal diduga karena terjatuh dari tangga lantai dua rumahnya.

“Awalnya pada Jum’at (24/6/2022) kemarin, Polsek Besuki menerima laporan dari WR, seorang suami yang menemukan istrinya meninggal dunia diduga karena jatuh dari tangga lantai dua rumahnya. Dan kemudian petugas Polsek Besuki dan Inafis Satreskrim Polres Tulungagung mendatangi TKP,” terang Kapolres, Senin (27/6/2022).

Namun petugas kepolisian menemukan adanya kejanggalan atas kematian korban sehingga membawa jenasah korban ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk dilakukan autopsi terhadap korban.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan luka-luka pada bagian kepala korban yang diduga karena kekerasan, sehingga kami melakukan penyelidikan atas kematian korban,” imbuhnya.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan pada WR karena dia orang yang pertama kali mengetahui istrinya meninggal dunia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Agung Kurnia Putra menjelaskan, dari hasil pemeriksaan petugas Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung, suami korban akhirnya mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya (korban).

Dari hasil pemeriksaan petugas kepada suami korban diperoleh keterangan bahwa awalnya pada Jum’at (24/6/2022) pelaku dan korban mengobrol di dalam rumahnya dimana saat itu pelaku membantu korban yang sedang memasak. Kemudian setelah selesai memasak, korban meminta pelaku untuk mengantarkannya ke PJTKI di Ponorogo. Dari situlah terjadi percakapan antara pelaku dan korban yang membahas permasalahan ekonomi keluarga yang berujung cekcok mulut sehingga pelaku melakukan penganiayaan kepada istrinya.

“Saat dilantai dua, suami istri ini bertengkar saling cakar-cakaran lalu pelaku mendorong korban hingga terpeleset dan terjatuh dari tangga lantai dua yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelasnya.

Mengetahui hal itu, lanjut Agung, pelaku langsung pergi meninggalkan rumah dan beralibi membeli rokok serta berpura-pura menanyakan keberadaan istrinya kepada saudaranya.

“Namun setelah kita lakukan penyidikan, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan fisik terhadap istrinya hingga menyebabkan meninggal dunia,” lanjutnya.

Adapun barang bukti yang diamankan petugas antara lain pakaian korban, jam korban, pakaian pelaku dan beberapa helai rambut korban.

“Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan hingga saat ini masih kita lakukan penahanan guna proses penyidikan lebih lanjut,”.

Sedangkan dari hasil autopsi terhadap korban, sebab kematian karena kekerasan benda tumpul pada leher dan wajah (cekikan, bekap) yang mengakibatkan kekurangan oksigen

Atas perbuatannya, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan dijerat pasal 44 ayat (3) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 45 juta rupiah.(Ans71 Restu/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.