Cakrawala News
Portal Berita Online

Polisi Tangkap Pengedar Narkoba Jaringan Lapas di Gorontalo

GORONTALO CAKRAWALA.CO- Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menangkap tersangka pelaku pengedaran narkoba di Jalan Raja Eyato, Kelurahan Molosipat, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo pada tanggan 16 februari 2020. Yang diduga pengedaran itu merupakan jaringan Lembaga Pemasyarakatan di Gorontalo.

Polda Gorontalo mengungkapkan melalui Konperensi Pers, pada Selasa (25/2). Tim Opsnal Reskrim Narkoba Polda Gorontalo yang dipimpin oleh Iptu Emil Pakaya, berhasil menangkap dua orang tersangka pengedar narkoba yang masing-masing berinisial AO (28) dan IK (47) warga kelurahan Siendeng Kota Gorontalo.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) AKBP Wahyu Tri Cahyono mengungkapkan kronologi kejadian penangkapan terduga pengedar narkotika jenis sabu ini. Kronologi dari 16 februari 2020, tim Opsnal Polda Gorontalo mendapatkan informasi di jl. Raja eyato akan ada transaksi narkoba, berdasarkan informasi tersebut Tim Opsnal yang dipimpin langsung Iptu Emil Pakaya, melakukan penyelidikan dan langsung mendatangi TKP.

“Di TKP itulah ada ditemukan seseorang yang mencurigakan dimana orang ini sedang mencari sesuatu disalah satu pagar bangunan, sehingga dari tim ini melakukan penangkapan dan melakukan penggeledahan badan terhadap orang tersebut. Dari hasil penggeledahan itulah didapatkan, 3 bungkus plastik foil, yang masing-masing ada 10 paket narkoba jenis sabu kemudian satu paket sabu lagi dimana ada 31 saset disimpan dalam air kemasan multivitamin,” ujar Wahyu yang menunjukan barang bukti yang diamankan oleh polisi.

Lanjutnya, bedasarkan keterangan pelaku yang ditangkap di TKP yaitu AO, si bersangkutan mendapat perintah untuk mengambil barang dari seseorang berinisial IK. Kemudian oleh tim ditindak lanjuti untuk mencari IK, kemudian ditemukan di rumahnya Kelurahan Siendeng Kota Gorontalo.

“IK juga pernah melakukan tindak pidana yang sama, bahkan 3 bulan yang lalu ia baru keluar dari Lapas Boalemo. Dari keterangan IK, yang bersangkutan mendapat perintah dari warga binaan Lapas Boalemo yang berinisial RH. Terhadap kedua tersangka yaitu IK dan AO setelah dilakukan tes urin, positif mengandung meta vitamin, barang bukti 31 plastik telah dilakukan uji di BPOM Gorontalo hasilnya positif mengandung meta vitamin, jumlahnya sebanyak 10 gram,” ungkap Wahyu.

Wahyu menjelaskan, pada tanggal 20 februari 2020, setelah dilaksankaan gelar perkara, kepada dua pelaku ditetapkan tersangka dengan pasal 114 ayat 2, UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun serta paling lama 20 tahun.

Sementara itu, Reskrim Narkoba Polda Gorontalo Kombes Pol. Dewa Putu Gede Arta mengatakan, kasus ini merupakan satu kelompok jaringan dimana melibatkan salah satu tersangka yang masih didalami yang statusnya masih dalam Lapas.

“Karena masih asas kepercayaan sama pernah dalam satu Lapas, tentunya dia kenal dan saling percaya sehingga dia menyuruh tersangka IK, sebagai orang yang bisa menerima sekaligus menyalurkan barang ini kepada orang yang memesan,” ucap Arta.

Kasus ini melewati petugas yang berjaga, dan ia mengungkapkan modus yang dilakukan oleh tersangka untuk mengelabui petugas yakni barang bukti dimasukan dalam bungkus alumunium foil kemudian dimasukan dalam kemasan air multivitamin.

“jaringan mereka ini sifatnya terputus antara yang menaruh barang dan mengambil barang tidak saling kenal. Siapa yang akan menerima dan menaruh saling kenal melalui komunikasi, dan akan disebarkan di Gorontalo,” tandasnya.

Lanjutnya, status tersangka sudah tahanan, pekerjaannya tukang masak, dan yang satunya baru keluar dari lapas.

“Tentunya hal ini tetap akan menjadi pekerjaan rumah bagi kita, pengungkapan kasus-kasus dari jaringan lapas, karena alat bukti dijalin adalah komunikasi, dan sangat mudah dihilangkan. Sehingganya kita harus cermat mengumpulkan barang bukti, sehingganya bisa benar-benar menjerat pelakunya,” tutupnya***(Fadhil)

%d bloggers like this: