Cakrawala News
Portal Berita Online

Polisi Kembali Menangkap 2 Tersangka Penganiayaan Di Mertodranan Pasar Kliwon Solo

0 51

 

SOLO CAKRAWALA.CO,-Jajaran Kepolisian Polresta Surakarta,bersama Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah. Kembali menangkap dua orang tersangka kasus pengrusakan dan penganiayaan di kawasan Mertodranan, Pasar Kliwon,Solo pada Sabtu (08/08/2020) lalu.

 

Dengan ditangkanya dua orang tersangka lagi kasus penganiayaan di Mertodranan,Pasar Kliwon,Solo.Saat ini total ada delapan orang yang menjadi tersangka.Kedua orang tersangka yang dtangkap pada kamis(19/08/20) dini hari di wilayah Klaten Jawa Tengah.tadi masing masing berinisial S alias J dan AN alias H keduanya merupakan warga kota Solo.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak,mengatakan,kedua tersangka menjadi buruan petugas usai terlibat dalam upaya penghasutan yang mengakibatkan tiga orang terluka.”Dua tersangka baru ini sempat melarikan diri ke Jogja, Karanganyar, dan di Klaten berhasil kami tangkap. Dua pelaku ini sempat mengaburkan ciri-cirinya dengan cukur rambut,” ujar Kapolresta.
Menurutnya, pelarian dua tersangka itu semula sendiri-sendiri sehari seusai perbuatan melawan hukum itu. Lalu, hari berikutnya mereka bertemu setelah sempat berpindah-pindah tempat. Hingga akhirnya, keduanya ditangkap bersamaan.Dengan ditangkapnya dua orang tersangka lagi, saat ini total tersangka kasus Mertodranan menjadi delapan orang. Sementara itu, berkas lima tersangka sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Solo.Total 12 orang diperiksa dan delapan orang ditetapkan tersangka,sementara empat orang lainnya masih pendalaman.”jelas Kapolres.

ads bukopin

Kapolres menambahkan,ajakan untuk melakukan aksi kekerasan berawal dari grup WhatsApp. Dalam grup itu beberapa pelaku mendatangi TKP lalu terjadi arahan untuk melakukan kekerasan terhadap orang atau barang. Menurutnya, ada beberapa grup WhatsApp yang teridentifikasi oleh polisi.
Para tersangka merupakan gabungan dari beberapa kelompok. Ia mengakui seusai menangkap dua orang baru itu memunculkan beberapa nama terduga pelaku baru.”Enam tersangka sebelumnya yang sudah saya rilis, tersangka berinisial B alias BA kami duga sebagai otak pengrusakan. Dia berperan sebagai admin grup WhatsApp dan mengajak warga grup untuk melakukan kekerasan. Anggota grup lalu berdatangan ke lokasi,”terangnya.(AgB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.