Cakrawala News
Portal Berita Online

Polemik Pedagang Pasar, Ini Jawaban Kades Penambangan

0 61

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Para pedagang pasar surungan di desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, mengeluhkan kebijakan dari pemerintah desa setempat, terkait besaran retribusi, sejak Pasar dikelola oleh BUMdes Karya Abadi desa Penambangan.

Berdasarkan pengakuan salah satu pedagang menyebutkan “Sebelumnya para pedagang perhari hanya dikenakan retribusi 2000 rupiah, tetapi setelah Pasar Surungan ini dikelola oleh BUMDesa Penambangan uang tarikan perhari dinaikkan menjadi 12.000, itulah yang kami persoalkan, jadi nominal 12 ribu itu besar bagi kami. Juga adanya bangunan pasar baru di pasar Surungan, disinyalir ada pihak yang bermain tentang sewa-menyewa dan jual beli lapak, untuk itu para pedagang juga ada rencana akan mengelar aksi unjuk rasa ke kantor desa” ucap S salah satu pedagang pasar Surungan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala desa Penambangan Helmy Firmansyah, ditemui usai acara pelantikan perangkat desa Penambangan mengatakan.

Kades Penambangan Helmy Firmansyah

“Kami ini terbuka untuk masyarakat, silahkan jika para pedagang mau menyampaikan aspirasi ke desa, tentu kami fasilitasi, akan saya jawab dan jelaskan. Tetapi para pedagang harus memahami, tanah pasar itu miliknya siapa, itu adalah tanah aset,” ucapnya Senin 31 Desember 2022.

Masih di katakan Kades “Jadi ruang lingkupnya aset yang sudah di Perdes kan, dan tata kelola aset juga sudah di Musdeskan. Apa yang belum dipahami atau belum diketahui, silahkan tanyakan ke desa, karena pengelolaan ini sudah diatur dan sepenuhnya ada ditangan BUMDes,” tambahnya.

“Pemerintah desa ini bukan ngawur dan serta Merta, dasar hukumnya ada, ketentuannya ada, dan faktanya kita melakukan kegiatan ini itu ada. Yang menjadi dasar pemerintahan kita sudah membuat peraturan desa tahun 2021 dan tahun 2022 kita laksanakan,” lanjutnya.

Lanjut Kades, jika ada informasi pasar dibangun dengan uang pedagang, ya jelas bukan, itu yang membangun adalah pemerintah desa hanya melaksanakan atau mengembangkan. Dan bukan dibangun dari hasil retribusi para pedagang, karena itu beda jalur, itu antara pedagang dan BUMDes.

“Kalau untuk Keuntungan BUMDes tentu untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PADes), dan itu juga kembali lagi ke desa. Untuk memajukan dan menjadikan desa Penambangan lebih baik lagi dan bisa berkembang,”urainya

Untuk Masalah jual beli lapak di pasar Surungan Kades pastikan tidak ada di masa kepemimpinan dirinya. Karena itu adalah tanah aset yang tidak bisa diperjual belikan. Pemerintah desa memberikan kebijakan, tetapi juga memberikan ketegasan, mengacu pada peraturan pemerintahan, bisa peraturan desa, bisa peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang aset.

Dikatakan Helmy Firmansyah kebijakan ini bukan untuk kepentingan pribadi, dan kepentingan kita bukan hanya pasar, tetapi kepentingan untuk seluruh warga desa penambangan, kalau pasar bisa tertata rapi dan bersih, yang merasakan juga bukan para pedagang saja.

“Keinginan saya, adalah bisa mensejahterakan warga desa penambangan, dan saya tegaskan bahwa tanah pasar tersebut merupakan tanah aset dan adanya pemberlakuan peraturan desa yang mengatur dan yang mengelola tentang aset,” pungkas Helmy. (Wiwid/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.