Polemik Batas Desa Kedungpeluk dan Kalipecabean. Kades Kedungpeluk Kirim Surat ke Bupati Sidoarjo

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Polemik batas desa antara desa Kedungpeluk dan desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Sidoarjo memasuki babak baru. Kali ini pihak desa Kedungpeluk mengirim surat Permohonan Penetapan dan Penegasan Batas Desa ke Bupati Sidoarjo. Setelah dianggap penyelesaian di tingkat kecamatan tidak membuahkan hasil.

Melalui Sekretaris desa Kedungpeluk, M Sofi menilai jika Pemdes Kalipecabean mau diajak duduk bersama dengan difasilitasi Pemkab Sidoarjo, pihaknya meyakini masalah tapal batas itu bakal selesai.

“Dari pentauan kita patok batas desa banyak yang hilang karena adanya pembangunan dan lainnya. Kami berharap masalah ini cepat selesai dan kami bisa merealisasikan pembangunan desa secara maksinal,” ucapnya.

Pemdes Kedungpeluk merasa lahan batas desanya dicaplok tetangga desanya itu hingga seluas 3.000 m2.  Adanya kasus pencaplokan batas desa itu juga menyebabkan Desa Kedungpeluk tidak bisa menentukan batas pembangunan desa.

“Kami sudah mengirim surat ke Camat Candi untuk memfasilitasi dan menyelesaikan masalah batas desa itu. Tapi, hingga kini belum ada penanganan signifikan. Karena itu sekarang kami kirim surat ke Bupati Sidoarjo. Agar masalah batas desa itu selesai,” terang Kades Kedungpeluk, Kecamatan Candi, M Madenan didampingi Sekdesnya, M Sofi, Kamis (25/07/2019).

Lebih jauh, kata Kades tiga periode ini mulai muncul Tahun 2013 lalu. Pihaknya sudah berupaya komunikasi dengan Pemdes Kalipecabean. Akan tetapi, hingga kini belum ada respon positif dari tetangga desanya itu. Padahal, pihaknya masih mengantongi adanya Letter C dan Buku Kretek Desa peninggalan Belanda.

“Kalau mau dibuka datanya secara bersama-sama kami siap. Tapi kami juga menunggu kesiapan Pemdes Kalipecabehan karena kalau kretek bisa dicocokkan bisa selesai semuanya,” imbuhnya.

Sengketa batas desa itu, Yakni paska hilangnya sungai kecil batas desa yang diuruk oleh Perseroan Terbatas (PT) untuk lahan pembangunan perumahan. Namun saat dirinya tak menjabat Tahun 2015 ada penyelesaian dan dibuatkan Berita Acara akan tetapi hingga kini arsipnya tidak ada.

“Saya baru dilantik kemarin. Begitu juga dengan Sekdes saya. Saat mencari berita acara batas desa tak ada arsipnya di kantor desa dan para perangkat lama tidak ada yang tahu soal berita acara itu. Ini kan aneh,” ungkapnya.

Camat Candi Iwan Jauhari.

Sementara itu Camat Candi, Iwan Jauhari mengetahui perihal ‘kisruh’ batas desa antara desa Kedungpeluk dan desa Kalipecabean. Dari catatan dokumen di kantor Kecamatan Candi, kejadian sengketa tersebut sudah diupayakan mediasi tahun 2015.

“Jadi menurut saya hanya beda pemahaman saja. Bahkan saat saya cek dokumen di kecamatan, hadir dalam mediasi pihak Badan Petanahan Sidoarjo untuk mencari jalah tengah sebagai pihak yang berkompeten,” Tegas mantan camat Porong ini saat dikonfirmasi melalui telepon pribadinya.

Secara tegas Iwan menuturkan ada dua permasalahan batas desa, yang pertama batas dengan dengan tambak dan perbatasan dengan perumahan.

“Kalo perbatasan dengan perumahan kami belum mengetahui hasilnya, sedangkan perbatasan yang tambak milik kalipecabean, setelah saya pelajari peta yang ada di kecamatan. Namun jika mau membawa sengketa perbatasan desa lewat pengadilan lebih baik karena ada kekuatan hukum tetap,” ujar Pak Camat.  (win)

 

 

 

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: