Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Polda Kepri Amankan Ribuan HP Ilegal dari China

0 31

BATAM, CAKRAWALA.CO– Polda Kepri mengamankan satu orang yang diduga melakukan penyimpanan handphone (HP) berbagai merek asal China. Menurut Polisi, dari hasil pemeriksaan bahwa pemilik tidak dapat menunjukkan sertifikasi dari kemenkominfo terhadap jenis dan merek handphone tersebut.

“Saat dilakukan pengecekkan bahwa benar di lokasi tersebut didapatkan sebanyak 2.389 unit handphone berbagai merek diantaranya Nokia, Samsung dan Lenovo dengan pemilik berinisial A, dan dari hasil pemeriksaan bahwa pemilik tidak dapat menunjukkan sertifikasi dari kemenkominfo terhadap jenis dan merek handphone tersebut,” kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno di Media Center Polda Kepri, Jumat (10/7/2020).

Menurut AKBP Priyo Prayitno, polisi berhasil mengamankan ribuan handphone ilegal tersebut berawal dari informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan tempat penyimpanan handphone di ruko Taman Nagoya Indah, Lubuk Baja, Kota Batam yang diduga tidak memiliki sertifikasi.

“Berdasarkan LP-A/91/VII/2020/Spkt-Kepri Tanggal 4 Januari 2020. Dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Ruko Taman Nagoya Indah, Lubuk Baja Kota Batam. Dimana kejadian tersebut pada Kamis, tanggal 2 Juli 2020, jam 13.00 wib. Pelaku Berinisial A,” ucapnya.

Sementara Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan menjelaskan 2.389 nnit handphone berbagai merek tersebut diperoleh dari negara Cina yang dibawa oleh jasa pengiriman.

“Setelah tiba barang tersebut disimpan di gudang yang ada di ruko Taman Nagoya Indah dan dari hasil keterangan pemeriksaan handphone tersebut di distribusikan ke 18 counter handphone yang tersebar di beberapa pusat perbelanjaan elektronik di Kota Batam, diantaranya di kawasan Lucky Plaza, Nagoya Hill, Top 100 dan Aviari,” ungkap Wadir Reskrimsus Polda Kepri.

Wadir Reskrimsus Polda Kepri menambahkan, total potensi kerugian negara mencapai Rp. 600 miliar dengan modus yang dilakukan oleh pelaku.

“Atas tindakan ini pelaku diancam dengan Pasal 52 Jo Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100.000.000,” terangnya. (Fik)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: