Cakrawala News
Portal Berita Online

Polda Gorontalo Tetapkan Tersangka Kasus Ujaran Kebencian di Medsos

0 39

GORONTALO CAKRAWALA.CO,- Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menetapkan tersangka (IB) warga Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo atas kasus ujaran kebencian bermuatan sara yang ditujukan terhadap Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melaui akun media sosialnya Instagram (IG) dengan nama akun (isbuge13).

Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada hari Jum’at tanggal 24 mei 2019. Dimana yang bersangkutan mendapatkan kiriman vidoe dari grup whatsapp pribadi melalui temannya. Dalam vidoe itu terlihat sekelompok berseragam yang sedang melakukan aniaya terhadap seorang warga.

“Setelah dapat kiriman vidoe ini, si pelaku kemudian menyebarkan vidoenya usai dia melaksanakan sholat jum’at. Dalam postingan ini pelaku menulis dengan narasi kebencian yang menggunakan bahasa gorontalo, yang intinya disitu menjelek-jelekkan kepolisian,” ujar Wahyu, saat konprensi pers, di Polda Gorontalo, Selasa (28/5/2019).

ads bukopin

Ia pun menegaskan sebenarnya tidak ada masalah dalam vidoe tersebut. Namun yang menjadi masalah adalah ketika memposting vidoe itu ditambahkan dengan narasi kebencian maka itu yang menjadi masalah.

“Sebab dengan narasi itulah yang akan menimbulkan emosi ditengah-tengah masyarakat,” tutur Wahyu.

Perihal postingan di Instagram tersebut lanjut Wahyu, telah dimonitor oleh tim siber polda gorontalo yang sedang melaksanakan patroli di media sosial. Setalah mendapatkan postingan itu, kemudian tim siber buatkan laporan ke Sentra Pelayanan Kepolsian Terpadu (SKPT) Polda Gorontalo.

“Dari dasar laporan itulah maka yang bersangkutan kita amankan. Semenjak kemarin juga kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, termasuk yang bersangkutan sendiri dan juga pelapor,” kata Wahyu.

Adapun barang bukti pada kasus tersebut kata Wahyu, pihaknya sudah mengamankan berupa screenshot postingan dan juga sebuah handpone Xiaomi milik pelaku.

“Maka berdasarkan hasil gelar perkara pada hari sabtu 25 mei 2019 yang bersangkutan telah memenuhi unsur untuk dilanjutkan statusnya sebagai tersangka. Dan mulai hari sabtu itu juga yang bersangkutan menjadi tahanan dan sudah diamankan di rutan polda gorontalo,” Wahyu.

Ia menambahkan perihal telah dilakukan oleh yang bersangkutan tersebut bisa di jerat dengan pasal 45A ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan undang-undang RI Nomor 11 tahun 2008, yaitu tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 156 KUHP dengan sangsi 6 tahun kurungan.*****

Leave A Reply

Your email address will not be published.