Cakrawala News
Portal Berita Online

Pol PP Manado Dan Warga Jual Takjil Nyaris Bentrok, Lapak Warga Rusak

0 341

MANADO.CAKRAWALA.CO,- Ironis, Polisi Pamong Praja Kota Manado menyerang lokasi warga yang jual takjil, di kelurahan wonasa lingkungan V kecamatan Singkil, Manado Selasa (28/4/2020) siang. Tak ayal bentrok pun terjadi, Pol PP dan warga.  Pasalnya, sebagian warga melakukan perlawanan untuk melindungi warga berjualan yang kebanyakan ibu-ibu bahkan ada yang sudah lanjut usia berjualan takjil tersebut.

“Saya melakukan perlawanan karena saat rombongan Pol PP menyerbu saya menjaga ibu-ibu yang sedang berjualan takjil kasihan mereka nanti terjadi bentrok dengan Pol PP,” tegas Rional warga karame.

Rional menjelaskan, kendati warga menjual bukan di jalan raya tapi di lorong depan rumah mereka. Tapi entah kenapa Pol PP melarang kami berjualan.

Menurut Rio, Pol PP menyerang di lorong mereka, karena ada info warga melempar batu ke arah Pol PP. Tapi itu dibantah warga  tidak benar terjadi pelemparan.

“Itu hanya alibi Pol PP karena jika ada pelemparan batu itu yang berada di lorong hanya ada ibu-ibu yang rata-rata sudah lansia,” tegas Rio yang menyesalkan kejadian tersebut.

Salah seorang pedagang takjil, Vivi Monoarfa, kini pasrah melihat lapaknya telah rusak. Belum lagi kue titipin warga, kini belum laku terjual.

“Kami pasrah di bulan Ramadhsn diperlakukan seperti ini, apalagi sekarang susah cari rejeki, semoga ada solusi yang terbaik untuk kami warga yang jualan takjil,” pinta Vivi dengan isak tangis.

Kini lapak yang mereka buat sendiri hancur sebagian tidak bisa digunakan lagi. Kendati, mereka terpaksa harus hutang untuk lapak jualan takjil.

Rio dan pedagang lainnya berharap mereka diberi kesempatan untuk berjualan takjil. Karena mereka hanya berjual takjil tiga jam. Dan jaraknya pun berjauhan serta para pedagang menggunakan masker dan tempat cuci tangan pun telah disedia. Sehingga mereka merasa telah memenuhi standar kesehatan untuk berjualan.(***) dianra

Leave A Reply

Your email address will not be published.