Cakrawala News
Portal Berita Online

PN Malang Segera Eksekusi Harta Gono-Gini Puluhan Miliar di Pahlawan Trip Taman Ijen

0 140

MALANG, CAKRAWALA.CO – Lanjutan sengketa harta gono gini antara mendiang dokter Hardi Soetanto dan Valentina Linawati yang membuat heboh warga Malang memasuki babak baru. 2 rumah yang berada di Perumahan Pahlawan Trip Taman Ijen nomor B6 dan B7 akan segera di eksekusi.

Pengadilan Negeri (PN) Malang telah menggelar Anmanning pertama dengan memanggil pihak pemohon eksekusi dan termohon. Anmanning pertama hanya dihadiri kuasa hukum pemohon, sedangkan termohon tidak hadir. Anmanning sendiri merupakan bagian dari proses eksekusi dimana termohon diberi peringatan agar segera meninggalkan objek eksekusi dengan cara sukarela.

Kuasa hukum dari mendiang dr Hardi, yakni Lardi yang datang sesuai permintaan Anmanning dari PN Malang menjelaskan bahwa terdapat 5 pemenang lelang dari objek aset rumah Pahlawan Trip Taman Ijen B6 dan B7, lalu rumah dan toko (ruko) di wilayah Galunggung dan Kawi Kota Malang untuk meminta pengosongan aset.

“Kami menindaklanjuti, karena termohon tidak menggunakan haknya di Anmanning ya kami langsung mengajukan permohonan pengosongan. Kami minta PN Malang untuk segera melakukan lanjutan eksekusi pengosongan lahan,” imbuh Lardi.

Dalam Anmanning pertama, diakui Lardi bahwa pihak PN Malang tak menyampaikan banyak hal. Sebab, pihak termohon yakni Valentina beserta anaknya yang menempati aset tersebut, tidak menghadiri Anmanning pertama ataupun diwakili kuasa hukum. Menurutnya, Anmanning ini akan terus bergulir hingga seluruh aset yang dimiliki dr Hardi dan Valentina selama pernikahan berhasil dilelang dan dieksekusi. Selanjutnya, harta akan dibagi dua sesuai putusan PN Tuban.

“Ini kan putusan berdasarkan pengadilan yang merupakan harta gono gini dari dr Hardi dan Valentin yang harus dibagi dua. Yang sudah (dieksekusi) sebelumnya itu 5 aset yang sudah terbagi. Masing masing menerima Rp9 miliar, untuk uangnya sudah diambil atau belum di PN Tuban bukan urusan kami,” papar Lardy.

Kasus ini sempat membuat heboh karena pihak Valentina menunduh ada sosok mafia tanah yang bermain dalam kasus ini. Tetapi tuduhan itu tidak terbukti. Bahkan Pengadilan Negeri Malang dan Polresta Malang Kota memastikan tidak ada mafia tanah di wilayahnya.

“Ya memang tidak ada itu mafia tanah. Kita proses pengadilan. Kan semua ini adalah putusan pengadilan masak menjalankan putusan dituduh mafia tanah,” tandas Lardy.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Malang, Hakim Djuanto menjelaskan kasus ini sebelumnya telah diputuskan oleh PN Tuban dengan nomor 25 Tahun 2013 bahwa harta dari mendiang dr Hardi dan Valentina yang diperoleh selama menikah harus dibagi dua. Puluhan aset ini termasuk rumah di Jalan Pahlawan Trip Nomor B6 dan B7 yang kini telah masuk proses eksekusi setelah adanya pemenang lelang.

“Sudah kita tunggu 2 jam lebih termohon tidak hadir. Sudah kita kasih toleransi waktu dan tetap tidak datang juga (termohon), jadi seperti yang saya terangkan Anmanning akan ditunda 19 Mei mendatang,” katanya Selasa, 10 Mei 2022.

Kedua objek yang masuk dalam eksekusi, kini ditinggali oleh Valentina dan juga kedua anaknya, yakni Gina Gratiana dan Gladys Adiputro. Sesuai aturan anmanning pihak, termohon Valentina dan kedua anaknya diminta untuk segera mengosongkan aset yang telah memiliki pemenang lelang agar bisa dieksekusi. Bila tidak menjalankan keputusan PN akan dilakukan eksekusi paksa.

“Setelah 8 hari Anmanning tidak segera mentaati yang dianmaningkan (pengosongan aset) dengan terpaksa pengadilan akan melakukan upaya paksa, yakni eksekusi. Ini juga kita kirim surat untuk hadir dengan harapan setelah proses anmanning termohon dapat sukarela melakukan pengosongan tetapi justru tidak datang,” ujar Djuanto. (Gastan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.