Cakrawala News
Portal Berita Online

PN Malang Akhirnya Eksekusi Ruko di Jalan Galunggung, Setelah 10 Tahun Lamanya

0 275

MALANG, CAKRAWALA.CO – Sengketa harta gono-gini antara dr Hardi dan Valentina Linawati, perkara yang sudah diputuskan Mahkamah Agung untuk dibagi. Serta kasus ini berjalan dengan kurun waktu sekira 10 tahun dan baru dieksekusi pada tahun 2022 ini.

Pengadilan Negeri Malang melakukan eksekusi sebuah bangunan rumah dan toko (Ruko) di Jalan Galunggung nomor 7-8 Kota Malang, pada Rabu, 20 Juli 2022. Obyek ini sebelumnya masuk dalam deretan harta gono-gini antara mendiang dokter Hardi dan Valentina Linawati.

Panitera Pengadilan Negeri Malang Rudi Hartono mengatakan, eksekusi ini dilaksanakan berdasarkan penetapan ketua Pengadilan Negeri Malang nomor 15 tahun 2022. Dengan perkara antara Heru Santoso warga Jalan Welirang selaku pemohon eksekusi melawan dokter Valentina Linawati selaku termohon.

“Jadi pelaksanaan eksekusi pengosongan berdasarkan risalah lelang jadi yang mengajukan pemenang lelang. Anmanning sudah dikasih tenggang waktu 8 hari kepada termohon untuk keluar atau menyerahkan secara sukarela kepada pemohon. Namun sampai hari ini termohon tidak memperdulikan apa yang disampaikan pimpinan,” Ujar Rudi.

Rudi menuturkan, kebijaksanaan sudah dilakukan oleh pimpinan Pengadilan Negeri Malang dengan melaksanakan anmanning sebanyak 3 kali. Yakni, pada 10 Mei 2022, kemudian 19 Mei 2022, dan 30 Mei 2022.

“Jadi anmanning sampai 3 kali padahal sebenarnya hanya 1 kali. Pimpinan punya kebijakan siapa tahu mereka mau keluar suka rela ternyata sampai hari pengosongan belum keluar. Bahkan 3 hari sebelum ini sudah kita surati juga,” ujar Rudi.

Kuasa hukum pemohon, yakni Lardi mengatakan, bahwa kasus ini berawal dari sengketa harta gono-gini antara dr Hardi dan Valentina Linawati dan sudah diputuskan Mahkamah Agung untuk dibagi. Kasus ini berjalan dengan kurun waktu sekira 10 tahun dan baru dieksekusi pada 2022 ini.

“Lancar tidak ada masalah tidak ada kendala, sempat ada perlawanan dari pihak termohon tetapi sesaat. Dan pengadilan tetap melakukan eksekusi pengosongan hari ini. Eksekusi kewenangan pengadilan selama tidak ada penarikan penetapan tetap jalan,” tutur Lardi.

Sementara itu, kuasa hukum termohon yakni Dian Aminuddin bahwa dalam proses eksekusi ini sebenarnya mereka sedang menempuh proses hukum dengan mengajukan perlawanan eksekusi. Dia menilai risalah lelang yang menjadi dasar eksekusi cacat hukum.

“Kita masih menempuh proses hukum mengajukan perlawanan eksekusi. Tetapi persidangan berjalan lambat. Kita tidak tahu apa pertimbangan hakim sehingga seolah-olah diperlambat. Kita sudah mengajukan gugatan pembatalan lelang, karena eksekusi ini dilaksanakan atas risalah lelang yang kami lihat cacat hukum,” tandasnya. (Gastan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.