Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

PMII Gresik kembali Tuntut Pembatalan Omnibus Law, sempat bentrok dengan Aparat

0 193

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Puluhan aktifis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Gresik, Jawa Timur kembali berunjukrasa di kantor Pemkab dan DPRD Gresik menuntut pembatalan seluruh isi Omnibus Law, Kamis (16/7/2020).

Dengan membentangkan sejumlah spanduk dan poster, mahasiswa bergerak menuju kantor Pemkab Gresik di jalan dr. Wahidin, Gresik.

Menurut mahasiswa, RUU Cilaka (cipta lapangan kerja), dinilai sangat menindas kelas buruh dan kaum tani karena akan melegitimasi upah perjam, penghapusan UMK (upah minimum kabupaten/kota), penghapusan pesangon dan jaminan sosial, perluasan outsorching (kerja kontrak).

Selain itu, daya rusak omnibus law, juga menjalar ke dunia pendidikan, dimana pendidikan yang seharusnya berorientasi untuk menyelesaikan problematika sosial, malah semakin tercekik ditengah problem pandemi yang tak kunjung usai.

Di kantor Pemkab Gresik para mahasiswa gagal mendapatkan tanda tangan dan stempel Bupati sebagai wujud dukungan terhadap tuntutan mereka. Bahkan sempat terjadi bentrokan antara pengunjukrasa dan aparat kepolisian.

Di kantor DPRD Gresik, mahasiwa mendapatkan dukungan Ketua DPRD, Fandi Akhmad Yani yang membubuhkan tandatangan beserta stempel kelembagaan.

Dalam orasinya, Ketua PC PMII Gresik Faisol Ridho Abdillah membacakan tuntutan para Aktifis antara lain:
1. Gagalkan keseluruhan isi omnibus law
2. Bebaskan 50% biaya kuliah
3. Gratiskan biaya pendidikan SD, SNIP, SMA atau sederajad
4. Hentikan kriminalisasi, intimidasi terhadap aktivis dan cabut SK DO mahasiswa yang memperjuangkan haknya. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: