Cakrawala News
Portal Berita Online

PM 108 Tahun 2017, Driver Taksi Online Harus Miliki Ini

106

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Terkait dengan PM 108, Kepala Biro Hukum Kementrian Perhubungan RI Wahyu Aji menhatkn Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 berbunyi tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Ia menjelaskan PM 108 ia akui sebagai jalan tengah dari polemik angkutan online, “Jadi peraturan Menteri ini telah melalui proses yang panjang dengan melibatkan berbagai pihak, baik organda, operator angkutan online, kementerian, dan pemerintah se-Indonesia,” ungkap Kepala Biro Hukum Kemenhub RI.

Peraturan Menteri ini berlaku per 1 November 2017 di seluruh wilayah hukum di Indonesia, termasuk Makassar. 

Dalam PM itu diwajibkan lengemudi angkutan sewa khusus harus memiliki SIM Umum, bukan SIM A, uji KIR, proses pendaftaran kendaraan ke badan usaha, dan izin resmi Gubernur. 

Selain itu, ada juga kewajiban jika tarif harus tertera di aplikasi, penggunaan kendaraan harus melalui pemesanan, tidak menaikan penumpang secara langsung di jalan, beroperasi pada wilayah operasi yang telah ditetapkan dan wajib memenuhi standar layanan minimum.

Kemudian, aturan tentang tarif batas atas dan bawah juga masih tercantum dalam PM 108. Selain itu, pengenaan stiker di kendaraan online dalam aturan merupakan suatu keharusan yang dipenuhi.

PM ini telah disahkan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada tanggal 24 Oktober 2017 lalu.

Sementara itu, Public of Fair Grab Akmal Chaer mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi pemerintah yang hadir ditengah polemik antara angkutan online dan manual.

Dengan hadirnya PM ini besar harapannya semua pihak bisa beroperasi tanpa menganggu satu sama lainnya. 

Kendati demikian pihaknya masih mengkaji dulu tentang pemasangan stijer di setiap armada Grab.

“Kita sudah menyarankan kepada driver, tapi masih belum di wajibkan. Kami akan wajibkan jika pemerintah menjamin keamanan driver kami,” ujarnya.

Meski sudah ada PM, pihaknya masih berhati-hati pasca polemik yang telah berlangsung baru ini.(Rezki Mas’ud)

Comments are closed.