Cakrawala News
Portal Berita Online

PKK Kabupaten Gorontalo Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini

0 20

GORONTALO CAKRAWALA.CO,- Tim Penggerak PPK Kabupaten Gorontalo, secara intens melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini di daerah setempat. Dalam agenda ini, PKK menggandeng Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Gorontalo.

Ketua PKK Kabupaten Gorontalo, Fory Naway, mengatakan bahwa problem pernikahan dini di tengah masyarakat terus menjadi jurang yang terjal bagi remaja. Pernikahan dini katanya, seperti jurang yang dalam apabila terjatuh akan membuyarkan masa depan dan hak-hak masa remajanya hilang.

Menurutnya, sosialisasi pencegahan pernikahan dini dilakukan di seluruh kecamatan se Kabupaten Gorontalo ini, bukan hanya tanggung jawab orangtua namun merupakan tanggung jawab semua pihak. “Peran PKK memberikan sosialisasi, peran orangtua dan guru-guru di sekolah sangat diharapkan untuk terus memantau aktivitas anak.”

ads bukopin

Didikan orang tua, kata Fory, harus mengutamakan persoalan pribadi anak. Semisal anak putri, selain sekolah juga mengisi waktu dengan cara mengajarkannya memasak. Sedangkan untuk pria, orangtua harus mengarahkan dengan cara menolong orang tuanya ke sawah dan menjauhi pergaulan negatif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Gorontalo, Dewi Nani, menambahkan pernikahan dini merupakan pernikahan yang cukup banyak jumlahnya di Indonesia. Data yang ada, Indonesia masuk peringkat dua setelah negara Kamboja.

“Provinsi Gorontalo menyumbangkan 26, 82 persen pernikahan dini termasuk Kabupaten Gorontalo. Karena itu, saya mengapresiasi semangat GOW dan PKK Kabupaten Gorontalo, menggandeng dinas kami untuk melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini di seluruh kecamatan,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan pernikahan dini tidak hanya persoalan di pusat kota namun juga sampai ke pelosok desa. “Semoga dengan adanya sosialisasi ini mampu memberikan pemahaman, kepada orangtua, anak-anak, masyarakat, tokoh agama, dan tokoh wanita menyadari bahwa ini adalah persoalan bersama.”**(Apr/Adv)

Leave A Reply

Your email address will not be published.