Cakrawala News
Portal Berita Online

Pilu Longsor Cijeruk Bogor, Jasad Nenek Ini Ditemukan Saat Menggendong Cucunya

0 46

BOGOR JAWA BARAT CAKRAWALA.CO,-Dua dari empat korban longsor Cijeruk adalah nenek dan cucunya. Saat ditemukan, jasadnya dalam posisi bergendongan.

Ada empat korban longsor Cijeruk yang terjadi pada Sabtu sore. Keempatnya sudah ditemukan dan dievakuasi.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor Muhammad Adam kepada wartawan, Minggu, 22 Mei 2022, menurutkan bahwa jasad Neng adalah korban bencana tanah longsor yang keempat, di mana semuanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Sabtu malam kemarin, kami sudah mengevakuasi jasad Duduh (43 tahun), Uum (70 tahun) dan Nafiz (4 tahun),” katanya.

Memilukannya, Uum dan Nafiz adalah nenek dan cucu. “Untuk jasad Uum, ia ditemukan dalam kondisi menggendong cucu perempuannya yaitu Nafiz,” tutur Muhammad Adam.

Ia menjelaskan, jasad Neng akan dibersihkan di musala terdekat di Kampung Pasir Pogor RT 01 RW 04 Desa Cipelang, Cijeruk. Almarhumah akan diautopsi di Rumah Sakit Polri Raden Said Soekanto di Kramat Jati, DKI Jakarta.

“Dengan ditemukannya korban terakhir bencana tanah longsor, maka proses operasi SAR kami hentikan,” jelasnya.

Dalam pada itu, Andri Sastrahudiah pemilik Vila 88 di Kampung Pasir Pogor RT 01 RW 04 Desa Cipelang, Cijeruk yang merupakan waega DKI Jakarta akan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Hal itu karena pagar vilanya setinggi tujuh meter, ambruk menimpa jalan lingkungan dan rumah milik almarhum Duduh dan Yayan. 

Selain itu, motor  milik almarhum Duduh dan mobil sedang warna hitam (Toyota Corolla juga mengalami kerusakan karena tertimpa material pagar maupun bangunan rumah maupun bengkel las.

“Pemilik vila 88 akan kami panggil dan minta keterangannya, terkait bencana tanah atau pagar atau tanggul penahan tanah yang longsor dan menimbulkan korban jiwa, luka maupun materil,” ucap Kapolsek Cijeruk Kompol Sumijo kepada Abizar algifari gymnastiar wartawan Cakrawala.co, Minggu 22 mei 2022

Sumijo menerangkan jajaran penyidik juga akan meminta keterangan ahli konstruksi, untuk menilai penyebab bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu sore kemarin pada sekitar pukul 17.30 WIB tersebut.

“Untuk menilai apakah ini bencana alam atau bukan, kami memerlukan keterangan ahli konstruksi,” terang Kompol Sumijo.

Kepala Desa Cipelang Kiki Sukiwan menjelaskan bahwa akibat tanah, TPT maupun pagar vila 88 yang longsor, akses jalan lingkungan yang berada di samping rumah almarhum Duduh juga tertutup material longsor.

Akibat bencana tanah longsor, dampak dari curah hujan. Selain merusakkan empat bangunan, juga menutup akses jalan lingkungan di Desa Cipelang,” jelas Kiki Sukiwan. 

ABIZAR ALGIFARI GYMNASTIAR // CAKRAWALA.CO

Leave A Reply

Your email address will not be published.