Cakrawala News
Portal Berita Online

Pilkada Sidoarjo Dua Paslon, Sama-Sama Klaim Kemenangan Versi Quick Count Internal

0 879

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo telah mengumumkan Paslon Ahmad Muhdlor Ali – Subandi sebagai pemenang Pilkada 2020 di kantor DPC PKB Sidoarjo pada pukul 19.45 WIB.

Anik Maslachah, Wakil Ketua DPC PKB mengatakan, dari quick count internal DPC PKB, hasil suara yang masuk sudah mencapai 93 persen.

“Tanpa mendahului hasil KPU kami atas nama DPC PKB Sidoarjo, mengucapkan syukur atas kemenangan ini,” tutur Anik yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim.

Anik menjelaskan, hasil  perhitungan cepat yang dimiliki, Paslon nomor 1 mendapat perolehan suara 37,58 persen. Paslon nomor 2 sebanyak 41,57. Sedangkan Paslon nomor 3 memperoleh 20,85 persen suara. “Kami unggul hampir 4 persen dibanding Paslon nomor dua,” terang Anik.

Paslon nomor 1 mengumumkan hasil hitung cepat versi data C1 yang dikumpulkan para saksi.

Meskipun demikian, Anik masih menunggu perhitungan resmi dari KPUD Sidoarjo yang akan selesai sepekan kedepan.

Sementara itu, beberapa jam kemudian sekitar pukul 20.35 WIB, Pasangan Bambang Haryo Soekartono (BHS) dan M. Taufiqulbar merilis hasil Quick Count yang dilakukan tim pemenangannya.

Hasilnya, Paslon BHS-Taufiq mendapat suara 41,06 Persen, Gus Muhdlor-Subandi 37, 77 Persen dan Kelana Aprilianto-Dwi Astutik 21, 18 Persen.

Bambang Haryo menuturkan Quick Count ini berdasarkan data C-1 yang di peroleh dari saksi di TPS. Datanya sudah 100 persen masuk semua.

“Saya sudah cek langsung, dan hasilnya kami unggul dibandingkan Paslon lain,” Kata Bambang Haryo usai menggelar jumpa pers di Rumah Penenangan BHS-Taufiq, Rabu 09 Desember 2020.

Mengenai klaim kemenangan dari Paslon Gus Muhdlor-Subandi, Bambang Haryo menegaskan tidak akan mempermasalahkan, dan itu sah-sah saja.

Sebab semua kandidat tentu memiliki tim dan saksi masing-masing. Hanya saja Kata BHS, Tim yang dibentuk itu terdiri dari lima partai pengusung, dan tentu lebih berpengalaman dan teliti.

“Kami akan memperketat proses penghitungan di kecamatan hingga kabupaten, mudah-mudahan hasilnya di KPU nanti sama dengan hasil hitungan kami,” Ungkapnya.

Jika hasilnya tidak sama, Apakah nanti ada potensi Gugatan ke Mahakam Konstitusi (MK) ?

Bambang Haryo menjelaskan, potensi gugatan itu ada, jika nanti hasil yang disampaikan tidak sama dengan data yang timnya punya.

“Datanya sudah terkumpul semua, kalau misalkan itu merugikan, kami siap melakukan gugatan,” ujarnya. (Win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.