Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Pihak Kecamatan Sidoarjo, Mediasi “Polemik” Antara Warga dan Pengembang Mutiara City

0 120

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Proses mediasi di kantor Kecamatan Sidoarjo, berjalan alot antara pihak pengembang Mutiara City dengan perwakilan warga RW 16 Perumahan Mutiara Regency, Banjarbendo. Mediasi yang dihadiri juga pihak Pemerintah Desa Banjarbendo, TNI, Polri berlangsung cukup lama hingga 5 jam di ruang pertemuan di kantor Kecamatan Sidoarjo, 1 Juli 2020.

Camat Sidoarjo, Agustin Iriani, SH menjelaskan ada dinamika sehingga terjadi miss komunikasi, “saya mencoba melakukan yang terbaik agar antara warga dan pihak pengembang tidak ada miss komunikasi,” Kata Bu Camat.

Diakui oleh Bu Camat mediasi pertama, belum diperoleh islah. “mungkin nanti akan ada mediasi lanjutan yang dilakukan pihak Mutiara City dengan pihak RW dan masyarakat,” ucapnya.

Proses mediasi di kantor kecamatan sidoarjo, tampaknya masih akan ada mediasi lanjutan.

Dari perwakilan warga yang mengikuti mediasi mengatakan, hasil pertemuan belum puas dan berharap dipertemuan ke depan akan membawa kejelasan.

“Yaa….tentunya kalo kita ngomong puas semua puas kalo kita ngomong tidak semua belum, kita syukuri pertemuan ini, semoga bisa membawa pertemuan kedepan lebih jelas,” kata Agus perwakilan warga.

Sementar Turino Djunaedi, owner dari Sun City group mengatakan akan mencarikan format saling dua belah pihak sama-sama menguntungkan.

“kita carikan format bagaimana sama-sama nyaman. Namanya silahturahmi bukan pertama, kedua dan ketiga namun bisa seterusnya. Bagaimana warga nyaman, saya pun juga bisa jalan,” ujar Turino Djunaedi.

Dikesempatan terpisa Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sidoarjo, Susilo Effendy menegaskan, antara pengembang tersebut terkait ijin sudah sesuai, dirinya tidak mengetahui perjanjian antara pengembang Pondok Mutiara dan Mutiara City.

“Dari hal ini kita belajar bahwa, apapun kita harus memperhatikan dan melibatkan lingkungan sebelum proyek dimulai (apalagi lingkungan yg dilewati sudah jadi),” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelum adanya mediasi, pada tanggal 27 Juni 2020, sekitar 150 warga Perumahan Pondok Mutiara Harum dan Mutiara Regency menyampaikan aspirasi mereka menolak jalan perumahan mereka akan dijadikan akses keluar masuk superblok Mutiara City yang saat ini dalam proses pembangunan. Aksi penolakan warga itu dilakukan dengan memasang banner berukuran besar di Jalan Raya Jati.  (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: