Cakrawala News
Portal Berita Online

PHRI Garut Memahami Larangan Perayaan Malam Pergantian Tahun

0 319

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Pengusaha Hotel Restoran (PHRI) Kabupaten Garut H. Deden Rachim menyampaikan apresiasi dan memahami kebijakan Pemerintah Kabupaten Garut yang mengeluarkan pelarangan berbagai bentuk kegiatan perayaan di malam pergantian tahun baru 2020-2021 di Kabupaten Garut.

Deden Rachmin menyatakan pihaknya di PHRI senantiasa membawa aspirasi Hotel dan Restoran yang telah selama kurang lebih 9 bulan terkena dampak pandemi covid 19.

“Semula memang kami berharap Garut sebagai destinasi wisata tentu saja di masa liburan ini akan banyak wisatawan yang akan datang dan memanfaatkan Hotel dan restoran untuk memenuhi kebutuhan akomodasi wisata mereka,”kata Deden Rachmin melalui rilis Humas PHRI Garut, Jumat (18/12/2020) usai mengikuti kegiatan Rapat Kordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Garut di Mapolres Garut.

ads bukopin

Menurut Deden terkait perihal pengetatan kerumunan, pihaknya  memohon kebijakan dari aparat karena itu semua merupakan kondisi diluar kewenangan para pengelola Hotel dan restoran.

“Kami tentu saja para Pengelola Hotel dan restoran akan senantiasa melakukan upaya-upaya taktis agar tidak ada kerumunan yang berlebihan dan tidak terkendali saat para pengunjung datang ke hotel dan restoran, namun kalaupun ada diluar itu semua tentu karena kewenangan kami yang sangat terbatas,”ungkapnya.

Deden juga menyampaikan bahwa Hotel dan restoran di Kabupaten Garut terutama yang telah bergabung menjadi anggota PHRI sudah menempuh prosedur sertifikasi CHSE untuk satandar pelayanan yang aman dan nyaman.

“Dari 225 kuota Sertifikat CHSE untuk hotel dan restoran, sebanyak 72 hotel dan restoran yang telah mengantongi sertifikat CHSE benar-benar akan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi setiap tamu yang akan datang ke Garut.”tuturnya.

Menanggapi permohonam permakluman Ketua PHRI Garut, Kapolres Garut AKBP. Adi Benny Cahyono menyampaikan permakluman terkait apa yang dialami dan dirasakan para pengelola Hotel dan restoran.

“Kami sangat memaklumi situasi yang dirasakan oleh anggota PHRI karena memang semua sektor saat ini terkena imbasnya.”kata Kapolres Adi Benny Cahyono

Ia juga bersedia melakukan pendekatan yang lebih inten terkait Garut yang kini telah menjadi destinasi wisata.

“Kami akan mempertimbangkan dan membantu juga untuk menyampaikannya keluhan – keluhan Bapak Ibu para anggota PHRI Garut kepada Bapak Bupati Garut,”ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman memastikan tidak boleh ada kegiatan perayaan malam pergantian tahun baru 2020 – 2021 di Kabupaten Garut. Larangan tersebut menyusul penyebaran covid 19 masih terus meningkat.

Helmi menegaskan  larang bagi perayaan malam pergantian tahun semata guna mencegah munculnya klaster baru penularan Covid-19.

“Kami hanya ingin di Garut tidak ada lagi klaster baru akibat potensi kerumunan dari perayaan malam pergantian tahun.”kata Wakil Bupati Helmi Budiman, Jumat (18/12/2020).

Namun demikian dijelaskan Helmi,  Pemkab Garut tetap memperbolehkan tempat hiburan dan hotel beroperasi pada malam pergantian tahun dengan catatan tidak membuat kegiatan hingar binger perayaan malam pergantian tahun.

“kami  tidak akan mengeluarkan izin untuk perayaan dan pesta malam pergantian tahun. Alasannya karena Kabupaten Garut kini dalam kondisi zona merah lantaran kasus positif corona masih tinggi. Perayaan tahun baru secara ramai dikhawatirkan makin memicu tingginya kasus positif Covid-19 baru di Kabupaten Garut,” Paparnya.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.