Cakrawala News
Portal Berita Online

PHRI Garut Apresiasi Kelonggaran PPKM Bagi Sektor Pariwisata

0 421

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Kebijakan perpanjangan masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Pemerintah Kabupaten Garut melalui Surat Edaran Bupati Nomor : 443.1/260/KESRA Tentang Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Porposional dalam upaya penganan Penyebaran Covid 19, berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat NOMOR : 443/Kep.33-Hukham/2021, Tentang Pemberlakukan Pembatasan Sosial Besklala Besar secara Proporsional di Provinsi Jawa Barat dalam rangka Penanganan Covid 19 yang dijabarkan melalui Peraturan Bupati Garut Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati Garut Nomor 22 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Covid 19. Atas Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 02 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid 19.

“Kami Badan Pengurusa Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut sangat mengapresiasi atas kebijakan yang tertuang dalam aturan-aturan tersebut terutama adanya kelonggaran kebijakan Pemda Garut yang memperbolehkan dibukanya tempat wisata dengan syarat tetap memberlakukan protokol Kesehatan yang di perketat pada masa perpanjangan PPKM sampai dengan tanggal 8 Februari 2021. “Kata Ketua BPC PHRI Garut H. Deden Rachim, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, BPC PHRI Kabupaten Garut menyambut positif pemberian kelonggaran tersebut sebagai wujud komitmen pemerintah Kabupaten Garut dalam menjaga dan mendorong iklim usaha yang bermuara para stabilitas sector ekonomi yang sangat terpuruk oleh adanya Pandemi Covid 19 ini.

“BPC PHRI menilai era bisnis 4.0 pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah maka atas kebijakan Bupati Garut yang menimbang dan memutusakan dengan bijak dalam mengambil keputusan tersebut, kami sangat mengapresiasi adanya kelonggoran dalam PPKM sebagai wujud kebersamaan yang seiring sejalan antara Pemkab Garut dengan BPC PHRI yang juga senantiasa berpegang teguh pada prinsif bersatu dan bersama dalam membangkitkan Pariwisata di kabupaten Garut.”ungkapnya.

Sementara itu Wakil Ketua PHRI Garut Bidang Promosi dan Pemasaran H. Ato Hermanto memastikan untuk secara bersama-sama berada pada pase new normal dimana ekonomi harus tetap berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“kita semua harus bijak dalam hal ini karena tidak mungkin terus menerus berbicara masalah kesehatan atau juga terus menerus berbicara masalah ekonomi, keduanya harus tetap menjadi perhatian kita bersama agar tetap seiring dan sejalan.”ungkap pengusaha Dodol Garut tersebut.

H. Ato menegaskan pihaknya menilai kesehatan maupun ekonomi adalah hajat hidup masyarakat luas, sehingga  semua pihak, seluruh komponen bangsa harus menyamakan persepsi agar stabilitas ekonomi maupun politik tetap kondusif dan tidak menimbulkan gejolak sosial khusunya di kabupaten Garut.

“ini yang harus kita pahami bersama sehingga senantiasa terbangun iklim yang kondusif terutama di dunia usaha,”ujarnya.

Sebagai wujud rasa syukur lanjut Ato, pihaknya di Bidang Pemasaran dan promosi akan terus menjaga semangat kebersamaan membangun pariwisata Kabupaten Garut.

“maka di moment Hari Jadi Garut (HJG) ke 208 pada bulan Februari 2021 mendatang BPC PHRI Kabupaten Garut akan melakukan Louching Website dan Buletin Hayu Ka Garut dengan Tajuk “Optimisme Kebangkitan Pariwisata Garut di masa Pandemi”. Karena optimisme ini harus dibangun sebagai pondasi agar masyarakat pariwisata Garut tetap bersemangat dan bergairah kembali setelah hampir setahun dilanda pandemi ini.”tukasnya.***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.