Cakrawala News
Portal Berita Online

PGRI Kabupaten Gorontalo Bahas Tanggap Darurat COVID-19

0 12
idul Fitri Cakrawala

GORONTALO CAKRAWALA.CO- PGRI (persatuan guru republik Indonesia) Kabupaten Gorontalo, menggelar Rakornas (rapat koordinasi nasional) secara daring (online), di Rumah Dinas Bupati Gorontalo, pada Selasa (7/4). Dalam rapat tersebut membahas tentang tanggap darurat oleh PB PGRI tentang COVID-19.

“Tanggap darurat COVID-19 dilakuka oleh PBB PGRI, diinstruksikan oleh PGRI menyikapnya oleh Kemendikbud yakni dengan waspada, tanggap dan juga peduli terhadap COVID-19. Berikutnya, tentang bagaimana menjaga kesehatan, menekan kebutuhan kesehatan melalui PHBS, pembelajaran oleh Kemendikbud diliburkan untuk menghindari dan melawan COVID-19 diarahkan ke pembelajaran daring,” ujar Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Fory Naway setelah menggelar Rakornas.

Fory mengatakan, PGRI Kabupaten Gorontalo telah satu instruksi oleh Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal, memberikan suport kepada guru-guru. Karena, menurutnya memberikan pembelajaran online (daring) itu tidak mudah.

“Dan juga untuk pembelajaran online kepada siswa di pelosok, dan LKS (lembar kerja siswa). Oleh Bupati akan dilaksanakan kepada Korwil di setiap kecamatan, yang akan dlakukan pada kamis apakah akan efektif atau tidak,” terang Fory.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Zubair Pomalingo menerangkan, untuk pembelajaran online (daring) tetap berjalan. Guru-guru tetap memberikan pembelajaran dan juga dala bentuk LKS (lembar kerja siswa) yang akan dilaporkan setiap hari oleh guru.

“Disamping itu hari ini kita membagi jadwal ada guru yang menjaga di sekolah. Pada prinsipnya mereka melakukan evaluasi di rumah-rumah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Zubair menjelaskan, honor para guru tidak akan dipotong. Katanya, secara prinsip para guru tetap bekerja walaupun secara daring maupun dari rumah.

“Kami tidak memotong apapun, dalam hal ini kontrak daerah. Tiga bulan full, tanpa potongan apapun. Kepada tenaga kontrak daerah, dan di bayar dari BOS oleh provinsi, karena tahun ini dananya dari pusat. Kita juga tidak akan memotong sertifikasi guru,” tandas Zubair.****(Adv/Fadhil)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: