Cakrawala News
Portal Berita Online

Petukaran KIM Indonesia -Malaysia, Bangsa Serumpun Saling Menopang Kekuatan

Bagian III (Tamat)

Oleh: Janur M Bagus

Dalam perjalanan sejarahnya Indonesia-Malaysia sebagai bangsa serumpun memang berakar dari Bangsa Melayu yang berkembang berada dideretan pulau pulau yang bergugus membentuk bentangan panjang dan luas berada diantara Samudra Hindia dan dan Laut Cina Selatan.

Semenanjung Malaysia berbatasan dengan Thailand di bagian utara dan Selat Johor di bagian selatan. Pulau Sumatra, Indonesia, terletak di sebelah barat di seberang Selat Melaka. Malaysia Timur terletak di sebelah timur Semenanjung Malaysia di seberang Laut China Selatan.

Perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Asia Tenggara mencakup perbatasan darat yang memisahkan kedua negara di Pulau Kalimantan dan perbatasan maritim di sepanjang Selat Malaka, Laut Cina Selatan, dan Laut Sulawesi.

Perbatasan darat antara Indonesia-Malaysia membentang sepanjang 2.019 km dari Tanjung Batu di Kalimantan barat laut, melewati dataran tinggi pedalaman Kalimantan, hingga ke Teluk Sebatik dan Laut Sulawesi di sebelah timur Kalimantan. Perbatasan ini memisahkan provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat di Indonesia dengan negara bagian Sabah dan Sarawak di Malaysia.

Dari gambaran peta perbatasan wilayah tersebut terlihat bahwa kedekatan Indonesia-Malaysia memang sedekat darah orang-orangnya yang telah terjadi percampuran keturunan buah dari pernikahan orang Indonesia dari berbagai suku dengan orang-orang di Semenanjung Malaysia.

Maka kemudian sulit sekali untuk menapikan jika Indonesia-Malaysia bukan saja sebagai bangsa serumpun melainkan bangsa satu darah dan satu peradaban yang terbentuk dan terbangun dalam rumpun Melayu warisan nenek moyangnya.

Gambaran itulah kemudian yang menjadikan pijakan serta fakta jika  Indonesia akan menjadi salah satu negara besar di dunia, dimana kini terus bergeliat dengan terus memacu percepatan pembangunan dari berbagai sector.

Populasi penduduk sekitat 268 juta jiwa dengan bonus Demografi yang akan diperoleh Indonesia menjadi fakta tak terbantahkan jika Indonesia merupakan kandidat Negara maju didunia Internasional mendatang.

Faktor penting yang juga cuku mengikat bagi bangkitnya Indonesia sudah barang tentu adalah eksistensu Malayasia sebagai semenanjung yang dekat dan erat dengan Indonesia.

Kita bisa melihat beberapa kekuatan yang dimiliki Indonesia dan juga ada di Malaysia, sehingga kedua bangsa serumpun ini layak bergandeng tangan untuk saling menguatkan satu sama lain untuk menjadi Negara-negara maju didunia.

Alasannya adalah karena berdasarkan rekam jejak sejarah antara Indonesia- Malaysia, berada dalam payung alam Melayu dengan iklim dan cuaca juga kontur bentangan daerah yang sama. Disinilah adalah negara Indonesia dan Malaysia berada sebagai Bangsa Serumpun.

Efek geografis itulah yang kemudian secara Politik, Ekonomi, dan Sosio Kultura, sejak awal nenek moyang dari kedua bangsa ini telah bersatu dengan segala persamaannya dan telah membangun peradaban yang sama.

Faktanya semenanjung Melayu dengan pulau  Sumatera Indonesia sudah sejak lama merupakan bagian yang menyatu dalam paying alam Melayu dengans segala kelebihan dan kekurangannya. Pada kedua bangsa ini sama-sama memiliki keyakinan spiritual yang kuat dan sangat erat dengan keyakinan itu.

Kekuatan spiritual itulah yang kemudian diperkuat dengan akan budaya yang sejak awal memang budaya bangsa serumpun ini benar-benar ditopang oleh kekuatan keyakinan spiritual yang kokoh sehingga menjadikan bangsa yang memiliki karakter tersendiri dan sangat menonjol disbanding-bangsa-bangsa lainnya.

Dalam krangka global ada semangat yang sama dari kedua Negara untuk saling memahami saling menguatkan dengan rasa nasionalisme, patriotisme berlandaskan dasar Negara masing-masing dalam menatap persaingan global.

Indonesia –Malaysia juga menjadi Negara dengan bangsa pemberani dan pembelajar yang ulet sehingga tidak akan tertinggal oleh bangsa-bangsa lain diduna. Maka dalam krangsa semangat itulah pertukarang Kelompok Informasi Masyarakat dengan Komuniti Harapan Malaysia telah menjadi salah satu bukti tekak yang kuat dari bangsa serumpun ini sebagai bangsa pembelajar yang siap menghadapi tantangan global.

Kedua bangsa serumpun ini memiliki kesamaan prinsip dalam memlihara akar budaya dan sama-sama menyakini bahwa budaya adalah benteng kokoh mempertahankan eksistensi dan kedaulatan Negara masing-masing.

Maka pertukaran Delegasi Informasi dimana didalamnya saling memperkenalkan seni dan budaya serta berbagai produk kearifan lokal masing-masing telah menjadi model baru untuk membangkitkan semangat menjemput kemajuan teknologi yang semakin maju dan canggih.

Dalam persepsi yang ada sejumlah kekuatan besar  yang dimiliki Indonesia akan menjadi pendorong utama indonesia menjadi negara besar yang maju dan modern di dunia internasional, dan sejalan dengan itu maka Malaysia akan menjadi mitra strategis sebagai pemilik kesamaan dari berbagai sisi sebagai bangsa serumpun.

Mari kita menengok sejarah masa silam dimana Raja Melaka berasal dari Sumatera yakni Palembang. Kerajan Riau-Johor terkadang berpusat di Sumatera dan kadang-kadang di Semenanjung.

Dalam catat sejarah yang kita temua bersama bahwa  Negeri Sembilan adalah cabang kerajaan Minangkabau yang berpusat di Pagar Ruyung, Sumatera, maka  mayoritas dari orang Melayu di Semenanjung sebagiannya berasal dari suku-suku bangsa Indonesia di Sumatera.

Bisa kita menyebut Minangkabau, Jambi, Palembang, Krinci, Mandailing, Melayu Sumatera Aceh dan juga Jawa serta Sulawesi yakni Bugis-Makassar

Fakta-fakta sejah inilah yang kemudian membangkitkan optimisme bangsa serumpun dalam semangat kerjasamanya diberbagai bidang guna menapaki masa-masa mendatang sebagai bangsa-bangsa dengan  kekuatan penuh menjemput haraoan besar sebagai Negara-negara maju di dunia internasional. ***Waalohu’alam

%d bloggers like this: