Cakrawala News
Portal Berita Online

Petukaran KIM Indonesia -Malaysia, Bangkitkan Kerinduan Kerjasama Seni Budaya dan Hiburan

Bagian I

Oleh: Janur M Bagus

Lawatan Kerja Perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Indonesia ke Negeri Pahang Darul Makmur Malaysia yang merupakan inplementasi dari Memorandum Of Understanding (MoU) di bidang Komunikasi antara Kementrian Penerangan Malaysia dan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Repubik Indonesia, dimana salah satu kesepakatan kedua negara ini adalah adanya pertukaran kunjungan Perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dari kedua negara.

Program tersebut baru saja selesai dilaksankan tahun 2019 ini, dimana  Kominfo Republik Indonesia telah mengutus delegasinya yakni dua orang pengarah yang berasal dari pejabat Eselon di tingkat Provinsi yakni dua orang kepala Dinas Komunikasi dan Informatika yang secara kebetulan untuk program tahun ini, Kementrian menunjuk Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sulawsi Selatan  Andi Hasbullah dan kepala Dinas Kominfo Provinsi Aceh Marwan Nusuf serta empat orang Penggiat KIM Nusantara berasal dari Kabupaten Kota mewakili Empat provinsi , masing-masing Janur M Bagus dari Kabupaten Garut Jawa Barat,  Desi Noor Purwotining Dyah dari Surabaya Jawa Timur, Hadi Suciwan dari Mataram Nusa Tenggara Barat dan Iwan Lesmana dari Sabang  Nangroe Aceh Darussalam.

Delegasi dipimpin langsung Prof. Widodo Muktiyo  Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementrian Kominfo RI dengan didampingi seorang staff yakni Kepala Seksi Tata Kelola Penyediaan Informasi Publik, Ditjen IKP Hardi Kembar.

Kunjungan dengan durasi waktu selama lima hari telah memberikan gambaran betapa hubungan Indonesia-Malayasi dalam bidang Komunikasi memiliki nilai-nilai strategis bagi kedua Negara yang telah mampu memotret dan menggambarkan kedua negera dari sisi Informasi dan Komunikasi.

Para delegasi kedua Negara secara bergantian dalam durasi kunjungan yang hampir sama namun dalam format dan waktu yang berbeda telah mampu memberikan gambaran secara utuh bagaimana kedua Negara serumpun ini dalam memelihara komunikasi antar pemerintah dan rakyatnya pun demikian antara struktur pemerintahan dalam hubungan antar negera khusunya Indonesia-Malaysia.

Para perwakilan delegasi khusunya penulis, memang sangat merasakan bagaimana hubungan bangsa serumpun ini dalam beberapa dekade terakhir ini kerapkali menemui ketegangan karena danya perbedaan sisi pandang pada beberapa persoalan tertentu dalam sistem ketata negaraan masing-masing, sehingga itulah yang menjadi titik balik bagi kedua Negara untuk kemudian kembali saling mengintrofeksi diri bahwa sistem yang berbeda dalam tata kelola Negara sangat memungkinkan akan terjadinya perbedaan-perbedaan dalam penyikapan terhadap persoalan-persoalan tertentu.

Namu terlepas dari semua itu kesadaran kolektif dari kedua Negara sebagai anggota negera-negara Asean telah memandang betapa pentingnya untuk tetap saling memahami dan saling menjaga kedaulatan Negara masing-masing dengan terus memupuk dan meningkatkan kerjasam berbagai bidang sesuai dengan perjanjian antar Negara yang disepakati sebelumnya.

Dalam konteks Komunikasi, hubungan kedua Negara Indonesia- Malaysia telah menunjukan perkembangan pesat, dimana dari program pertukaran  delegasi Pegawai Penerangan dan Kelompok Informasi  Masyarakat Indonesia-Malaysia telah membuahkan banyak hasil positif selain dari sisi politik luar negeri maupun dari sisi perkembangan Seni dan Budaya, yang dalam kenyataanya kedua Negara ini memiliki persamaan yang sulit sekali untuk dibedakan jika hanya melihat sisi karya dan fakta pertunjukan.

Namun ketika kita membaca atau meninjau dari sisi lain seperti perkembanngan sosial ekonomi dan politik tentu saja perbedaan-perbedaan itu terlihat jelas dan masing-masing Negara menunjukan trend positif sebagai dua Negara dengan kekuatan yang saling terkait satu sama lainnya dimata Negara-negara lainnya di dunia.

Sisi menarik dari pertukaran delegasi bidang Komunikasi antar kedua Negara ini terihat jelas pada adanya sebuah kesamaan persepsi antar kedua Negara dalam memandang kondusifitas dimasing-masing Negara yang ujungnya akan bermuara pada perdamaian dunia khusunya diwilayah Asean dan sekitarnya.

Kedua Negara sangat menjaga tradisi hubungan baik  dengan saling mengedepankan persamaan daripada membahas perbedaan. Persamaan yang tercermin dari perkembangan budaya serta pemahaman sosio kultur masyarakat di masing-masing belahan Negara menunjukan betapa kedua Negara ini  memiliki kekayaan budaya yang luas dan telah terbukti ampuh menjadi benteng pertahanan keutuhan Negara masing-masing dan keutuhan antar Negara serumpun ini.

Bukti kongkrit yang dapat menjadi fakta adanya persamaan persepsi dari kedua Negara dalam menjada kondusifitas komunikasi didalam Negara masing-masing adalah adanya kemauan yang kuat dari masing-masing pemerintahan untuk memberdayakan Kelompok-kelompok masyarakat berbasis informasi dan komunikasi yang dikenal di Indonesia dengan sebutan Kelompok Informasi Masyarakata (KIM) dan Komuniti Harapana Malaysia (KHM) yang dikenal di Negara Semenanjung itu.

Kedua Kelompok yang berkembang di kedua Negara ini menunjukan betapa kesadaran kedua Negara terhadap pentingnya membangun komunikasi telah menjadi daya dorong yang kuat dan menjadi fakta untuk kedua Negara ini dalam menjaga kondusifitas di masing-masing Negara.

Sehingga wajar jika kemudian dalan perkembangannya dari pertemuan kepertemuan dari masing-masing delegasi telah membangkitkan kerinduan dari berbagai program masa lalu yang telah dirintis para pendahulu dimasing-masing Negara terutama dalam dalam bidang Seni dan Budaya.

Dalam pertemuan delegasi KIM Indonesia Malaysia yang baru berlalu pada tanggal 26 hingga 29 Nopember 2019 kemarin terungkap kerinduan kedua Negara untuk kembali menghidupkan kerjasama kedua Negara dalam bidang seni dan budaya seperti pada masanya kita mengenal acara yang ditayangkan dimasing-masing stasiun televisi milik Negara yakni “Titian Muhibah”, “Asia Bagus” dan sejumlah program lainnya yang sangat popular dikedua Negara pada masa itu.

Titian Muhibah misalnya, program ini merupakan bentuk kerja sama antara 3 negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Titian Muhibah merupakan suatu program tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Dalam program ini kedua Negara, Indonesia dan Malaysia memiliki dominasi cukup kuat pada penguatan programnya…..Bersambung

***Penulis adalah Ketua Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kabupaten Garut, salah satu Delegasi Pertukaran KIM Indonesia Malaysia tahun 2019

%d bloggers like this: