Cakrawala News
Portal Berita Online

Petugas PLN Arogan Putus Listrik Kantor Desa Kedungbanteng dan Rumah Warga

0 160

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Tiga petugas Penertiban, Pemakaian, Tenaga Listrik (P2PL), dikawal satu petugas Polisi dengan arogan serta menakuti rakyat kecil yang memiliki usaha almunium di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin.

Sikap tak terpuji petugas PLN yang mengaku berkantor di Jl. Raya Porong tersebut dikarenakan, rumah yang didatangi akan diganti meteran listrik prabayar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Saiful Bahri, warga Desa Kedungbanteng RT 2/ RW 1, Kecamatan Tanggulangin.

ads bukopin

“Ada tiga orang petugas PLN bersama petugas polisi. Salah satu dari mereka petugas PLN membentak saya. Dan memaksa mengganti meteran listrik dengan token,” Ujar Saiful Bahri saat bercerita kepada awak media.

Masih menurut Saiful, petugas PLN datang ke rumah orangtuanya yang digunakan usaha perakitan almunium dikarenakan dirinya telat dalam membayar listrik.

“Saya bayar listrik, tidak sampai telat 1 bulan. Paling lama saya bayarnya di akhir bulan tepatnya tanggal 30 an. Namun kemarin (tgl 31/7) listrik diputus tanpa ada pemberitahuan sebelumnya,” Ungkap Saiful.

Di massa pandemi corona ini, masih syukur dirinya bisa membayar listrik meskipun mayoritas masyarakat Indonesia terkena dampak dari covid 19. Diantaranya penghasilan menurun, bahkan ada yang dipecat.

Saiful mengadu kepada wartawan, berharap kinerja petugas PLN diperbaiki dan lebih sopan ke pelanggan.

Tidak hanya rumah orangtua Saiful yang listriknya diputus oleg PLN. Kantor Desa Kedungbanteng, pada 3 Agustus 2020 sekitar jam 11 siang juga mengalami hal yang sama.

Kali ini diduga kantor desa tersebut mencuri daya. Namun hal tersebut langsung dibantah oleh Pj Kades, Moch Yasin.

“Saya dan perangkat sedang ngurus listrik balai desa di putus petugas PLN. Entah kenapa, kita juga kurang tau. Namun kata petugas ada bekas paku,” Kata Kades Kedungbanteng, Moch Yasin.

Sementara itu, Supervisor Pelayanan Pelanggan, Yunia. Mengakui jika apa yang dilakukan petugas PLN Porong tersebut sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

Periode bayar rekening listrik PLN adalah tanggal 1 s/d 20 setiap bulannya. Pembayaran harus dilakukan tepat waktu, sesuai bulan rekening.

“Namun saya belum mengetahui jika ada miss komunikasi dengan pelanggan, jika memang ada yang mengatakan tidak kenyamanan dari pelanggan. Dan setiap penertiban didampingi oleh polisi,” Ungkap Yunia. (Win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.