PETI Bolmong Marak Korban Jiwa Semakin Banyak

Suasana Pencarian Korban lokasi PETI di Bolmong (foto.doc)
Suasana Pencarian korban lokasi PETI di Bolmong (foto.doc)

BOLAANG MONGONDOW.SULUT.CAKRAWALA.CO,-Nampaknya pemerintah kabupaten Bolaang Mongondow dan aparat penegak hukum, belum menseriusi untuk menutup Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), di wilayah Bolaang Mongondow yang terletak di Bakan, Lolayan, Sulawesi Utara. Meski sudah berjatuhan korban.

Aktivis mahasiswa Rahman Mokoagow, mendesak agar aparat hukum dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas. Langkah kongkrit harus diambil untuk mencegah jatuhnya korban susulan.

“Kami mendesak kiranya aparat hukum dan instansi terkait dapat menindak tambang ilegal tersebut,  ini sudah meresahkan masyarakat,  apalagi sudah banyak korban berjatuhan akibat tambang ilegal yang tidak memenuhi standar keamanan pertambangan, “tandasnya.

Senada ditegaskan tokoh masyarakat Bolmong Raya (BMR) Firasat Mokodompit. Apalagi mengenai blok Bakan, Firasat memberikan dua opsi yang harus dilakukan oleh pemerintah dan aparat.

“Pertama, hentikan penambangan liar yang berisiko tinggi bagi keselamatan penambang. Aparat hukum harus tegas untuk tidak lakukanpembiaran terhadap PETI,” terangnya.

Opsi kedua lanjut Firasat, pemerintah tetap harus mencarikan solusi agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. “Pemda Bolmong harus memberikan kawasan khusus bagi penambang secara legal dan diawasi agar bisa ciptakan PAD,” pungkasnya.

Hal senada juga dikatakan salah satu tokoh Bolmong pengamat ekonomi, Dhullo Baks Affandi, menegaskan perlu ada kejujuran dari semua pihak, karena ini masalah yg sudah lama dan sudah berulang-ulang terjadi insiden tapi tidak pernah ada penyelesaian yg sifatnya tuntas dan berkesinambungan.

“Kejujuran yg dimaksud, terutama berhubungan dengan Transparansi dan Akuntability dari pemegang otoritas yg berhubungan dengan kebijakan pertambangan emas di wilayah Bolmong,” tandasnya.

Dia melanjutkan, analisis lainnya yg sering dikemukakan, ujung-ujungnya rakyat yg dijadikan penyebab utama, sementara menurut amatan saya rakyat adalah korban dari kebijakan.

Sekretaris Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, Tahlis Galang, beberapa waktu lalu, menegaskan telah mengeluarkan surat resmi penutupan tambang illegal dibeberapa lokasi.  Surat yang dikeluarkan oleh Pemkab Bolmong Beberapa waktu yang lalu dengan Nomor 540/d.12/dmptsp/25/VI/2019 ditanda tangani Sekretaris Daerah Tahlis Gallang, SIP MM atas nama Bupati Bolaang Mongondow.

“Sebelumnya kami sudah menyurati Para pengusaha tambang untuk menertibkan lokasi Tambang Ilegal tersebut, dimana ada dua lokasi, yang pertama untuk Busa Bakan dan yang kedua Diluar Busa Bakan,” ungkap Sekda Bolmong Tahlis Gallang, beberapa waktu lalu.

Kapolres Bolmong melalui Kabag Humas Polres Bolmong AKP Rusdin Sima dikonfirmasi mengakui akan segera melakukan penertiban. “Sebenarnya kami melakukan penertiban tanggal 27 Juni lalu, tapi masih ada agenda pengamanan sidang putusan MK. Sehingga masih ditunda,” ujar Sima ditemui kemarin.

Seperti diketahui, Tahun 2019 ini saja sudah terjadi beberapa kecelakaan tambang, hingga menelan korban jiwa. Terakhir,  di lokasi Bakan, Kecamatan Lolayan. Satu warga setempat, Rivaldo Mokoagow menjadi korban, Selasa (25/6).

Jatuhnya korban ini merupakan rentetan panjang terjadi selama beberapa bulan ini. Meski begitu  aktivitas PETI tak berarti berakhir. Bahkan, telah menjadi rahasia umum, PETI di wilayah Kecamatan Lolayan semakin tak terkendali. Tak tanggung-tanggung  alat berat digunakan secara leluasa hingga hari ini. Seakan para PETI mendapat jaminan tak akan disentuh hukum. ***(dianra)

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: