Cakrawala News
Portal Berita Online

Petani Tembakau Madiun Ikuti Pelatihan Bertani Mandiri

0 695

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Tembakau merupakan salah satu produk pertanian semusim non komoditas Pangan. Pemerintah Kabupaten Madiun sangat memperhatikan dan mendorong produk pertanian perkebunan tersebut. Salah satunya melalui Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, melakukan pelatihan budidaya tanaman tembakau.

Melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), sedikitnya 25 petani di Desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun diberikan pelatihan. Mereka mendapatkan pembekalan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan memanfaatkan lahan kering akibat musim kemarau dengan bertani tanaman tembakau agar lebih mandiri.

Pelatihan kepada petani tembakau lereng wilis yang tergabung dalam Kelompok Tani (poktan) Karya Miguna ini dilaksanakan selama 12 kali pertemuan dengan mendatangkan sejumlah pemateri yang ahli dalam hal pertanian, khususnya tanaman tembakau.

Pemateri pelatihan, Suratman mengatakan, warga yang memiliki lahan sawah kurang produktif di musim kemarau, diberikan pembekalan materi secara umum tentang bercocok tanam, termasuk bagaimana menanam tembakau. Yakni mulai bagaimana menanam tembakau, cara merawat, memanen, pasca panen hingga pemasaran.

“Kami memberikan materi bagaimana bercocok tanam secara umum kepada petani, termasuk bagaimana memanfaatkan lahan yang kurang produktif saat musim kemarau seperti ini dengan menanami tembakau. Jadi, mulai dari cara menanam, merawat tanaman tembakau, memanen hingga saat pasca panen dan pemasaran. Kita juga sampaikan bagaimana para petani ini meningkatkan kualitas hasil tembakau,” terang Suratman, Rabu (13/10/2021).

Suratman menambahkan, tanaman tembakau juga menjadi tanaman alternatif, ketika petani bertanam padi selalu merugi akibat serangan berbagai macam hama terutama tikus. Karena menurut Suratman, menanam tembakau lebih aman dari gangguan tikus dan memiliki prospek pasar bagus.

“Menanam tembakau memang menjadi alternatif selain padi, karena lebih aman dari gangguan hama terutama tikus. Kalau hasil panennya bagus, harganya juga akan bagus. Bagaimana mendapat hasil panen yang bagus, kita buka ruang diskusi dengan para petani dan kita juga melakukan praktek langsung memilih bibit yang baik, menanam tembakau, memupuk dan sebagainya,” imbuhnya.

Menanam tembakau memang menjadi alternatif selain padi, karena lebih aman dari gangguan hama terutama tikus

Salah seorang petani Desa Randualas, Widodo, mengaku senang dan bersukur dengan adanya pelatihan ini. Menurutnya, selama ini saat musim kemarau sawahnya yang kering sulit bisa ditanami. Namun kini ia merasa lega karena dengan budidaya tembakau, dirinya bisa tetap produktif. Widodo berharap, selain kuliah singkat budidaya tembakau ini, dirinya bersama petani lain juga ingin memperoleh pendampingan dari pemerintah daerah.

“Saya ya senang sekali ada pelatihan ini. Karena selama ini kalau musim kemarau sawah itu kering, jadi tidak bisa ditanami apa-apa. Lah kalau dengan adanya pelatihan ini kan akhirnya kami bisa dapat ilmu baru bagaimana memanfaatkan lahan kami yang kering untuk bisa menghasilkan sesuatu. Setelah pelatihan ini saya harap, ada pendampingan dari pemerintah kepada petani,” ujar Widodo.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kare Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, Ari Suryaningsih menjelaskan, pihaknya terus berupaya memberikan dorongan kepada petani agar mau mengubah cara berpikir, cara kerja dan menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan zaman.

Ditambahkan Ari, para petani ini juga dijanjikan kemitraan, sehingga tidak perlu khawatir tentang harga tembakau yang anjlok saat panen raya tiba. Menurutnya, tembakau lokal yang dibudidaya ini memiliki kadar nikotin dan tar tinggi yang banyak dilirik pabrikan.

“Selain pelatihan, kami juga menawarkan kepada petani pola kemitraan. Hal ini nanti yang akan mengurangi beban dan kekhawatiran petani tembakau saat panen raya. Menurut kami, pola kemitraan akan lebih menjamin kepastian harga jual, ” kata Ari.

 

Cukai rokok menjadi salah satu pemasukan negara, yang sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti ikut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

Penggunaan DBHCHT, 25 persen diprioritaskan bidang kesehatan, 25 persen pada penindakan hukum (barang kena cukai ilegal), 15 persen pada peningkatan kualitas bahan baku dan 35 persen pada bantuan langsung tunai serta kompensasi harga. (ADV/Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.