Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Petani Protes Impor Gula

0 21

JAKARTA, CAKRAWALA.CO  Rencana pemerintah untuk mendatangkan impor 438 ribu ton gula mendapat penolakan dari kalangan petani.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (DPN APTRI) Soemitro Samadikoen mengatakan, impor tidak dibutuhkan karena saat ini masih ada stok akhir tahun 2019 sebanyak 1.080 juta ton.

Selain itu, pada akhir tahun 2019 juga ada impor GKP sebanyak 270 ribu ton, sehingga jumlah totalnya sebanyak 1.350 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan awal tahun 2020.

Asumsi ini didasarkan pada kebutuhan perbulan gula konsumsi rata-rata sebanyak 230 ribu ton secara nasional.

Soemitro menambahkan, impor akan membuat harga gula petani jatuh. Padahal saat ini di beberapa daerah sudah memasuki musim giling.

“Maret di Sumatera Utara, April lampung, Mei Jawa dan Sulsel. Jadi tidak mungkin petani menikmati kenaikan harga jika pasarnya dibanjiri gula impor. Kebijakan kita tidak fokus pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani, ” kata Soemitro di Jakarta,Rabu (4/3)

APTRI dapat memahami apabila impor dilakukan dengan tiga alasan yakni adanya kelangkaan, terjadi lonjakan harga yang fantastis seperti yang terjadi pada bawang putih, dan untuk cadangan stok. Ketiganya tidak terjadi saat ini.

“Selain itu, ada juga rembesan dari impor gula rafinasi dan masuknya gula ilegal dari perbatasan Malaysia. Itu semua terus terakumulasi dan tidak diakui pemerintah,” ujar Soemitro.

Kondisi gula konsumsi yang seolah-olah langka ini selalu terjadi saat mendekati musim giling, sehingga muncul dugaan ada yang sengaja menciptakannya untuk memuluskan impor.

Disisi lain, pelaksanaan impor juga tidak transparan, karena tidak jelas pihak mana saja yang mendapat jatah, dan tidak jelas juga apakah pihak yang mendapat ijin impor diberi tugas membeli gula petani pada musim giling.

Para petani tebu merasa bahwa keberpihakan pemerintah terhadap mereka kurang. Hal itu salah satunya terlihat tidak ada kenaikan harga patokan gula petani (HPP) yang saat ini Rp9.100 per kilogram (kg).

Oleh karena itu Sekjen DPN APTRI M. Nur Khabsyin meminta pemerintah segera menentukan harga patokan gula petani (HPP). Penetapan HPP akan memberikan jaminan bagi petani.

“APTRI mengusulkan HPP untuk tahun 2020 sebesar Rp 12.025 per kilogram, atau dibulatkan Rp 12 ribu/ kg,” ujarnya

Soemitro menambahkan harga eceran tertinggi saat ini masih dibawah harga eceran tertinggi tahun 2016. Padahal kenaikan harga jual gula bila direalisasikan, tidak akan mendorong kenaikan harga bahan pokok lainnya. Sehingga inflasi yang dikhawatirkan tidak terjadi.

“Coba sekarang gula naik Rp2.500 mana yang ikut naik. Memang beras ikut naik? Kan gak ada dampak,” tandasnya.

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: