Cakrawala News
Portal Berita Online

Pesan Rakernas IPHI: Muktamar Surabaya 21 Agustus Tak Ditarik ke Politik

0 487

Jakarta, Cakrawala.co,- Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) tidak akan ditarik-tarik dalam kepentingan politik tertentu, karena sesungguhnya IPHI adalah milik umat dan berkembang untuk ummat.
“Kami yakin Muktamar IPHI di Surabaya yang direncanakan pada 21-22 Agustus 2021, mampu mengkonsolidasikan diri dengan baik dan tak ada lagi yang mencoba menarik ke wilayah politik,” kata Ria Norsan, Ketua Pengurus Wilayah IPHI Kalimantan Barat.
Pernyataan itu disamapaikan dalam Rapat Kerja Nasional Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia ke-17 yang digelar secara daring Sabtu 31/7/2021. Rakernas diikuti 230 peserta yang terdiri dari pimpinan IPHI 24 Wilayah seluruh Indonesia.
Ria Norsan mengatakan bahwa Mukmatar IPHI di Surabaya harus dijadikan momentum untuk meningkatkan peran IPHI dalam sisi kemanusiaan dan keummatan. IPHI sebagai organisasi besar yang anggotanya orang-orang terpilih secara ekonomi maupun agama, harus menjadi organisasi yang lebih baik lagi di masa mendatang.
Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat IPHI H. Ismed Hasan Putro makin optimistis, Muktamar Surabaya 21 Agustus mendatang dihadiri oleh 32 Pimpinan Wilayah seluruh Indonesia, karena sampai hari ini dua Plt Pimpinan Wilayah DKI Jakarta dan Jabar positif ikut Muktamar.
Ismed Hasan Putro setelah mendapat laporan dari IPHI Jatim juga menyampaikan bahwa 21 Agustus sebagai tanggal Muktamar masih dinamis, karena situasi pandemi. Untuk itu lima hari sebelum Muktamar dimulai akan ada pemberitahuan.
Ismed juga berharap Presiden Joko Widodo dapat hadir membuka Muktamar, dan ditutup oleh Wapres atau yang mewakili, misalnya Menteri Agama. Empat menteri yang akan hadir, semoga tidak ada perubahan, katanya.
Ketua Pelaksana Muktamar Dr. Abidinsyah Siregar berharap seluruh peserta Muktamar menyiapkan diri dengan baik, termasuk persiapan surat bebas covid hasil PCR test, serta surat mandat sebagai peserta Muktamar. Nantinya Persidangan akan digelar sistem hybrid, satu ruangan yang pesertanya tidak lebih dari 50 orang, dan ruangan lainnya serta ruang di kantor masing-masing akan mengkutinya secara daring. Cara ini dilakukan dalam usaha menegakkan protokol kesehatan secara ketat. (*/fur)

Leave A Reply

Your email address will not be published.