Cakrawala News
Portal Berita Online

Pesan Mbah Moen kepada Gus Yasin dan Ganjar, Jateng Harus Berubah

0 180
Gubernur Ganjar Prabowo menemui Gus Yasin di rumah kediaman di Jl. Rinjani No. 1 Semarang, sebelum berangkat ke Mekah. (foto:Syam)

SEMARANG, CAKRAWALA.CO- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau  akrab disapa Gus Yasin bertolak ke Arab Saudi pada Rabu (7/8). Putra almarhum KH Maimoen Zubair itu berangkat untuk berziarah dan berdoa di pusara ayahandanya, Mbah Moen, yang meninggal di Makkah pada Selasa (6/8).

Sesaat sebelum berangkat ke Makkah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menemui Gus Yasin di rumah dinasnya, Jalan Rinjani No. 1 Kota Semarang. Keduanya berbincang empat mata sekitar 10 menit sebelum Gus Yasin meninggalkan rumah dinas dan berangkat ke Bandara Ahmad Yani Semarang.

Saat di Bandara, Gus Yasin mengatakan mendapat pesan khusus dari KH Maimoen Zubair untuk Jawa Tengah. Pesan khusus dari ulama kharismatik sekaligus ayahandanya itu agar Gus Yasin dan Ganjar Pranowo sebagai pemimpin di Jawa Tengah terus bersinergi, membawa perubahan untuk Jawa Tengah yang lebih maju.

KH Maimoen Zubaer, ulama kharimatik dan politikus, yang juga pengasuh pondok pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah.(foto: dok)

Pesan itu disampaikan KH Maimoen Zubair kepada Gus Yasin sebelum berangkat ke tanah suci. Gus Yasin tidak menyangka, pesan itu adalah wejangan terakhir sang bapak untuk dirinya.

“Beliau pesan agar saya selalu bersinergi dengan mas Ganjar dan pemerintah pusat. Beliau menginginkan Jawa Tengah berubah menjadi lebih maju dan masyarakatnya sejahtera,” kata Yasin.

Selain untuk Jawa Tengah, Mbah Moen lanjut Gus Yasin juga berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pesannya sederhana, yakni agar selalu menjaga kebersamaan dan menjunjung tinggi falsafah Bhineka Tunggal Ika.

“Saat menyampaikan pesan itu, saya ingat betul Abah mencontohkan bagaimana beliau mengapresiasi pertemuan antara pak Jokowi dan pak Prabowo, juga pertemuan pak Prabowo dengan Bu Megawati. Menurut beliau, hal semacam itu penting untuk menjaga kebersamaan dan kebhinekaan,” terangnya.

Gus Yasin sendiri mengatakan memiliki kenangan khusus sebelum KH Maimoen Zubair meninggal. Saat mengantar keberangkatan untuk ibadah haji, Gus Yasin melihat ada yang janggal dengan sikap Mbah Moen.

“Saat saya antar sampai Garbarata, saya minta doa ke beliau. Beliau hanya diam dan memandang saya lama sekali, sampai beberapa menit. Beliau ingin menangis, kemudian berkata lirih, ya saya doakan. Itu terakhir saya bertemu beliau,” terangnya.

Gus Yasin juga mengucapkan banyak terimakasih kepada presiden, para menteri, para pejabat, jajaran instansi pemerintahan dan seluruh masyarakat Indonesia yang mendoakan almarhum KH Maimoen Zubair. Ia juga mengucapkan terimakasih secara khusus kepada Ganjar Pranowo karena telah memberikan support pada dirinya dan keluarga.

“Terimakasih kami ucapkan untuk semuanya, terimakasih Mas Ganjar, semoga amal ibadah panjenengan semua dibalas oleh Allah. Kami juga minta didoakan agar keluarga diberi ketabahan menghadapi ujian ini,” tutupnya. (Syam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.