Cakrawala News
Portal Berita Online

Pertimbangan Kemanusiaan, Kepolisian Setujui Pengalihan Tahanan Bagi Tersangka Juju

0 178

PALANGKARAYA KALTENG CAKRAWALA.CO – Kapolsekta Pahandut Palangkaraya. Kompol. Edy Sutata,SH.MH atas perintah Kapolrestabes Palangkaraya Kombes. Polisi Dwi Tunggal Jaladri,SH. MHum akhirnya mengabulkan permohonan pengalihan tahanan Juwariyah alias Juju (53) menjadi tahanan kota.

Juju atau Juwariyah sebelumnya terjerat kasus penipuan dengan cukup bukti sehingga pihak Kepolisian berhak melakukan penahanan.

“Kami wajib melakukan penahanan, namun melihat kondisi anaknya tidak ada yang mengurus, maka Bapak Kapolda Kalteng melalui  Kapolresta memiliki hati yang iba sehingga status tahanan ibu Juwairiyah dialihkan menjadi tahanan kota,” ucap Kapolsek Pahandut, Komisaris Polisi Edia Sutata, SH.MH kepada cakrawala.co, Kamis (6/8/2020).

ads bukopin

Menurut Kapolsekta, kondisi anak angkat Juju yang bernama Saidah cukup memprihatinkan karena sejak lahir hingga berusia 25 tahun hanya dapat berbaring di tempat tidur,  termasuk untuk kebutuhan makan dan buang air butuh bantuan orang lain sehingga  siapapun yang melihat akan iba.

Edie menjelaskan terkait perkara yang menjerat tersangka Juju  berdasarkan pengaduan korban yang mengalami kerugian sebesar Rp. 588 juta rupiah, dan Selain itu masih ada total 2,5 miliar rupiah dari catatan peminjaman tersangka.

“Dia (tersangka) menjanjikan sebidang tanah di Kota Malang Jawa Timur kepada korban sehingga mau menyerahkan sejmlah uang,” jelas Edia.

Uang itu lanjut Edy ternyata untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan untuk membeli sebidang tanah di Kota Palangkaraya serta membayar hutang yang ada dimana-mana.

“Kini semuanya telah disita oleh pihak yang berwajib dan proses pengalihan tahanan badan menjadi tahanan kota telah melalui berbagai pertimbangan, tidak saja dari pihak Polsek Pahandut, tapi juga Kapolresta Palangkaraya hingga Kapolda Kalimantan Tengah.”ungkapnya.

Pertimbangan lainnya dalam proses pengalihan tahanan kota agar  tersangka Juju tetap dapat mengurus anaknya sekaligus tetap dapat mencari nafkah serta wajib lapor pada Senin dan Kemis setiap pekannya.

“kami meminta  masyarakat untuk tidak salah menilai dan menyangka dengan adanya keringanan hukuman kepada tersangka dan yang bersangkutan kita ancam dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat atau lima tahun penjara.”tegasnya.

Sementara itu kuasa hukum tersangka, Suriansyah Halim sangat berterima kasih kepada pihak Kepolisian yang sudah banyak membantu memberi keringanan kepada Juwariyah sebagai kliennya.

“terimakasih untuk Kepolisian yang sudah mengedepankan sisi kemanusiaan, dimana beliau Ibu Juju ini masih harus merawat anaknya yang lumpuh total sudah sangat lama 25 tahun.”katanya.

Dengan adanya kasus ini, lanjut Halim dirinya berharap bisa mendampingi Juju hingga sampai ke Pengadilan dengan harapan  mudah-mudahan  bisa dibebaskan.

Senada dengan Halim, Ketua LSR LPMT Kalteng, Agatisansyah berharap dengan adanya kasus tersebut tersangka  Juhairiyah didalam  lingkungannya agar  jangan sampai ada yang mengucilkan atau mendapat perlakukan diskriminatif.*** ( RT )

Leave A Reply

Your email address will not be published.