Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Pertambangan Ilegal Kini Merambah Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

BOLAANG MONGONDOW CAKRAWALA.CO ,- Sejumlah pihak terkait menyesalkan adanya aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) diwilayah kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW),tepatnya di Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi utara.

Tanggapan juga muncul dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow Tahlis Gallang. Ia menegaskan bahwa surat yang diedarkan oleh Pemkab Bolmong terkait penertiban lokasi pertambangan tanpak ijin atau PETI tidak hanya berlaku diwilayah Desa Bakan yang masuk dalam kontrak karya milik perusahan PT JRBM, namun juga berlaku  diluar kontrak karya perusahan PT JRBM.

“saya berharap selain didesa Bakan yang masuk wilayah kontrak karya PT JRBM juga diluar kontrak karya PT JRBM tak bisa ada aktifitas pertambangan ilegal, apalagi di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.” Kata Tahlis Gallang kepada cakrawala.co, Selasa (13/8/2019).

Tidak hanya itu, menurut  orang ketiga di pemkab Bolaang Mongondow ini bahwaTaman Nasional itu terikat dengan UU, dan semua pihak harus menjaganya karena banyak ekosistem di situ.

Sebelumnya, TNBNW bernama Taman Nasional Dumoga Bone adalah  Hutan yang  merupakan penggabungan dari Suaka Margasatwa Dumoga (93.500 hektar), Cagar Alam Bulawan (75.200 hektar), dan Suaka Margasatwa Bone (110.000 hektar).  Kemudian Kawasan ini ditetapkan sebagai TNBNW pada 18 November 1992, melalui surat keputusan Menteri Kehutanan saat itu.

Di kawasan TNBNW ini, bermacam habitat penting bagi spesies khas Sulawesi hidup, seperti anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis), babirusa (Babyrusa babyroussa), maleo (Macrocephalon maleo), yaki (Macaca nigra dan Macaca nigrescens), serta kuskus beruang sulawesi (Ailurops ursinus).

Anehnya saat ini Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang seharusnya dijaga,justru hanya dijadikan lokasi pertambangan tanpak ijin oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab.lebih parah lagi meski hal ini sudah menjadi rahasia umum namun terkesan hanya dibiarkan oleh aparat serta para pemangku kebijakan.***(rk)

Facebook Comments
%d bloggers like this: