Cakrawala News
Portal Berita Online

Pertama Sejak Pandemi, Undip Wisuda Secara Luring 1.504 Mahasiswa

0 26

Semarang, Cakrawala.co –  Untuk kali pertama sejak pandemi Covid-19 mewabah, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan Upacara Wisuda secara luring  atau  tatap muka.  Wisuda yang ke-166   ini  dilaksanakan dalam 8 tahap selama 4 hari yakni dari tanggal 17 sampai dengan tanggal 20 Mei 2022 dengan 2 tahapan pelaksanaan setiap harinya, dan diikuti 1.504 wisudawan.

Ketua Senat Akademik Prof. Ir. Edy Rianto, M.Sc., Ph.D., IPU., membuka sidang terbuka Senat Akademik Universitas Diponegoro dengan acara Upacara Wisuda ke-166 Tahun 2022. Upacara wisuda  bertempat di Gedung Prof. Soedarto kampus Undip Tembalang, diikuti oleh sebanyak 1.504 orang wisudawan, meliputi program Doktor 25 orang, Magister 197 orang, Spesialis 50 orang, Profesi 56 orang, Sarjana 1.097 orang, Sarjana Terapan 17 orang, dan Diploma sebanyak 62 orang

Dalam pidatonya, Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama S.H., M.Hum., mengucapkan selamat kepada wisudawan dan wisudawati yang secara resmi berhak menyandang gelar barunya.

“Mengawali wisuda ini saya selaku Rektor mengucapkan selamat kepada saudara saudari yang baru saja diwisuda periode ke-166 baik sebagai Doktor, Magister, Spesialis, Profesi, Sarjana, Diploma 3, dan Diploma 4, dengan doa semoga saudara sukses dan tercapai apa yang dicita-citakan baik dunia maupun akherat.” ungkap Prof. Yos.

Prof. Yos menambahkan  para wisudawan Undip harus bangga dan tetap bersyukur telah menempuh pendidikan di Undip. Karena saat ini sudah ada puluhan Program Studi di Undip yang sudah terakreditasi institusi Internasional baik oleh ABEST, IABEE, ASIIN, FIBAA dan Universitasnya sudah terakreditasi A.

Selain itu, berbagai prestasi juga telah Undip capai, diantaranya rangking 1 Nasional Universitas terbaik Versi QS yang alumninya paling cepat mendapat pekerjaan, ranking 2 Nasional dan 30 Dunia Universitas terbaik versi Greenmetric pada tahun 2020 dan 2021, ranking 2 Universitas PTNBH Terbaik 2020 – 2021 versi Kementerian Pendidikan dan kebudayan Ristek, serta  masuk 5 besar Universitas terfavorit dalam SNMPTN tahun 2019, 2020, 2021, 2022.

Prof. Yos berpesan kepada para wisudawan agar terus menanamkan integritas dan keikhlasan. Dengan integritas, wisudawan diharapkan berkompetisi di dunia dengan cara-cara yang ksatria dan beretika.

“Integritas juga bermakna ikhlas, artinya segala tindakan, perbuatan, ucapan kita, bukan semata untuk kepentingan pribadi kita, akan tetapi tujuan utamanya justru untuk membahagiakan orang lain sebesar mungkin.” ungkapnya.

“Mahkota terindah kita yang menjadi kebanggaan kita bukanlah gelar, jabatan, kekayaan, kedudukan, tetapi senyum bahagia orang lain yang kita layani dengan profesi kita. Seharusnya kita senang melihat orang lain gembira dan sedih melihat orang lain susah.” sambung Prof. Yos.

Selain itu, wisudawan diharapkan terus tingkatkan kualitas dan  berinovasi dalam segala hal baik urusan dunia maupun akherat. “Oleh karenanya selepas saudara dari pintu gedung ini nyalakan dan kobarkan dalam hati saudara untuk selalu meningkatkan kualitas pengabdian saudara di medan manapun, jadikan setiap hari dengan semangat fastabiqul khoirat, berlomba dalam kebaikan untuk mencapai kualitas yang semakin baik.” ucap Prof. Yos.

“Untuk meningkatkan kualitas, Undip memberikan kesempatan kepada fresh graduate kecuali PPDS bisa melanjutkan studi lanjut di Undip dengan uang kuliah sebesar apa yang dibayar saat kuliah S1 atau D4 atau D3, juga untuk yang S2 mau ke S3. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Upayakan untuk selalu berusaha membangun dan menghadirkan inovasi-inovasi sekecil apapun dalam setiap langkah kita, agar kehidupan semakin lebih baik. Seperti nasihat Ki Hadjar Dewantara: Niteni, Nirokke, Nambahi, Nemokke, dan itu semua bisa kita lakukan saat ini dan dari diri  sendiri.” sambungnya.

Lebih lanjut, Prof. Yos menambahkan para wisudawan harus selalu mencintai tanah air dan patuh terhadap hukum. Sebagai warga negara NKRI, mematuhi hukum yang berlaku adalah wujud sebagai cinta terhadap bangsa.

“Biduk besar negeri ini akan bisa  sampai ke gerbang negeri Baldatun Thoyyibatun wa rabbhun ghaffur, hanya jika kita mencintai negeri, saling toleransi, saling menyayangi sesama bangsa kita ini dengan mematuhi hukum-hukumnya.” ungkap Prof. Yos.

Disamping itu, ditengah-tengah perubahan jaman dengan revolusi industri 4.0 ini mengakibatkan banyak hambatan dan bahkan semakin sulit menemukan lapangan pekerjaan. Wisudawan Undip diharapkan tidak mudah menyerah.

“Kita bangsa pejuang tak boleh menyerah dengan kerasnya jaman, dibanting, hancur bangun lagi, dibanting, hancur, bangun lagi, serbu serang terjang, Insya Allah alumni Undip selalu menjadi pemenang dalam kancahnya dunia.” pungkasnya.  (Arifin)

Leave A Reply

Your email address will not be published.