Cakrawala News
Portal Berita Online

Pers Mahasiswa STIE Yasa Anggana Dalami Teknik Menulis Berita

0 358

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Sejumlah aktivis Pers Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yasa Anggana Garut menggelar kegiatan mentoring teknik menulis berita dengan tema “Satu Jam Bisa Menulis Berita”, bersama nara sumber dari Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kabupaten Garut.

Menurut Husen Azis ketua Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) STIE Yasa Anggana Garut, kegiatan tersebut sebagai upaya penguatan kemampuan para aktivis Pers Mahasiswa yang dipimpinnya.

“Sesuai skema yang kami buat, bahwa pertemuan keenam adalam praktek menulis berita dengan pendalaman penguasaan teknis cepat menulis berita,”kata Husen usai kegiatan berlangsung di Kantor Sekretariat FK-KIM Kabupaten Garut di Kompleks Pemkab Garut, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul Garut, Minggu (10/1/2020).

ads bukopin

Husen menyebut pihaknya menghadirkan nara sumber dari FK-KIM karena merupakan organisasi para penggiat informasi yang memiliki kompetensi dibidang jurnalistik.

“Nara sumber yang kami hadirkan adalah praktisi media atau berprofesi sebagai Jurnalis profesional yang juga penggiat KIM Kabupaten Garut. Kami menghadirkan Abah Janur,”ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut akan terus berlangsung sebagai ajang pembelajaran dan praktik diluar perkuliahan sebagai unit kegiatan mahasiswa dibawah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Yasa Anggana.

“Mudah mudahan dapat membekali para mahasiswa di UKPM untuk mengenal lebih jauh terkait materi tersebut,”katanya.

Sementara itu Nara Sumber Janur M Bagus yang juga ketua FK-KIM Kabupaten Garut menyampaikan apreasiasi dengan kegiatan mahasiswa yang melibatkan pihaknya di FK-KIM.

“Ini sebuah kegiatan yang sangat positif dimana para Mahasiswa bisa menambah kemampuan pengetahuan dan praktik menjalankan kegiatan jurnalisme Kampus yang sehat, sehingga dapat menghindari berita-berita hoaks yang kini marak dimedia sosial,”ungkapnya.

Janur juga berpesan agar para mahasiswa terus belajar dan selektif dalam mendalami kegiatan jurnalisme di Kampus agar tidak terseret ke dalam penggiringan opini atau framing dalam pengembangan berita atau informasi.

” karena saat ini sangat marak berita berita yang bersifat provokatif dan penggiringan opini untuk kepentingan kelompok tertentu. dan mahasiswa dalam konteks ini sebagai agen perubahan sosial harus tetap kritis, obejektif, dan berada di garis independensi” pungkasnya***jmb

Leave A Reply

Your email address will not be published.