Cakrawala News
Portal Berita Online

Pernikahan Manusia dengan Kambing Disebut Penistaan Agama, MUI Gresik Meminta Aparat Tindak Pelaku

0 58

Gresik, cakrawala.co – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik menyatakan pernikahan manusia dengan Kambing di desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng menyalahi syari’at Islam dan menistakan agama.

Hal itu terungkap hasil rapat dipimpin oleh Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq saat membacakan sikap MUI Gresik tersebut di ruang rapat MUI di Kompleks Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, Kamis (9/6/2022).

“Ritual pernikahan manusia dengan binatang bertentangan dengan syari’at Islam, apabila pelaku meyakini benar ritualnya itu maka sudah keluar dari Islam alias Murtad,” ujar KH Mansoer Shodiq.

Menurut KH Mansoer ritual pernikahan manusia dengan kambing itu adalah bentuk dari penistaan agama sehingga pihak yang berwajib untuk menindak tegas proses hukum para pelaku sesuai perundangan yang berlaku.

“Kami telah melakukan klarifikasi dengan pihak-pihak terkait, karena melakukan pernikahan dengan binatang bertentangan dengan syariat islam,” ungkapnya.

Pernikahan nyeleneh itu, lanjut Kyai Mansoer, telah menggunakan tata cara nikah secara agama Islam. Karena itu, shighot dan tatalaksana dalam pernikahan tersebut sudah masuk kategori penistaan agama, kemanusiaan, budaya dan pencemaran nama baik Kabupaten Gresik yang dikenal dengan Kota Santri.

“Semua yang terlibat aktif di dalamnya wajib bertaubat dengan taubatan nasuha dan meminta maaf kepada seluruh umat islam,” lanjutnya.

Meski begitu lanjut Kyai Mansoer atas tindakan penodaan agama tersebut untuk menindak tegas siapapun yang melakukannya dikenai sanksi sesuai perundangan hukum yang berlaku.

“Pihak yang berwajib mencegah setiap penodaan agama Islam dengan tidak melakukan pembiaran terhadap perbuatan tersebut,” lanjutnya.

Dari kasus ini imbuh Kyai Mansoer masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan main hakim atau aksinya sendiri, tapi percayakan kepada pihak yang berwajib untuk melakukan proses penegakan hukum secara profesional dan proporsional sesuai aturan hukum pada pelaku penistaan agama Islam.

Dari hasil rapat Fatwa MUI Gresik ini tampak hadir Nur Hudi Didin Ariyanto pemilik Pesanggrahan Kramat, mempelai pria, Syaiful Arif, 44, warga Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Gresik dan beberapa orang lainnya. Nur Hudi, politisi dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) Gresik memakai baju koko warna putih. Sedangkan, mempelai pria, Syaiful Arif memakai baju batik memakai kopyah warna hitam.

Semua yang terlibat dalam perkawinan manusia dengan kambing betina di desa jogodalu kecamatan benjeng  mengaku khilaf dan menyesali perbuatan yang diluar akal sehat. “Mereka menangis,” mengaku menyesal dan meminta ma’af dan melakukan taubatan nasuha terlihat Terisak Tangis, Mempelai Pria Nikahi Kambing di Gresik Bertaubat dan Ucapkan Dua Kalimat Syahadat.

Tidak hanya Saiful Arif, tiga warga lainnya juga menyatakan pertaubatan serupa. Mereka adalah Krisna selaku penghulu pernikahan, Arif Saifullah selaku pemilik konten dan pemilik Sanggar Alam Cipta, dan Anggota DPRD Gresik Nurhudi Didin Arianto selaku pemilik Pesanggrahan Kramat di Desa Jogodalu Kecamatan Benjeng.

Sebelum bertaubat, MUI Kabupaten Gresik mengundang keempatnya untuk klarifikasi. Mereka pun datang memenuhi undangan, hadir pula sejumlah pihak dari organisasi masyarakat (Ormas), antara lain PCNU, Muhammadiyah dan LDII Gresik. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.