Cakrawala News
Portal Berita Online

Permodalan Nasional Madani Kick-Off Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU)

Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Sunar Basuki,Saat meninjau pameran barang dagangannya dalam acara kick off Program Pengembangan Kapasitas Usaha holding Ultra Mikro (Umi) antara BRI, Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani (PNM), di Balai Kelurahan Manahan, Solo, Jumat (7/1/2022).Foto (Agung Bram).
0 49

 

Solo Cakrawala.Co,- Permodalan Nasional Madani (PNM),Terus berkomitmen memajukan ekonomi kerakyatan,UMKM. Salah satunya dengan Program Pengembangan Kapasitas Usaha holding Ultra Mikro (Umi). Bersama  BRI dan Pegadaian berkolaborasi mendukung para perempuan mengembangkan usahanya lewat sektor perdagangan.

 

 

 

 

Bertempat di Balai Kelurahan Manahan, Solo,Jawa Tengah. Acara kick off Program Pengembangan Kapasitas Usaha holding Ultra Mikro (Umi) dengan sasaran 100% permodalan usaha ultra mikro adalah para perempuan berusia remaja hingga ibu-ibu di bawah 60 tahun, berkolaborasi bersama BRI dan Pegadaian dimulai, Jumat (7/1/2022), Dengan ditandai pemukulan Gong oleh Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Sunar Basuki.

 

Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Sunar Basuki, Mengatakan 100% sasaran permodalan usaha ultra mikro adalah perempuan. Mereka mulai fokus pada perempuan sejak 2015 lalu.

Menurut penelitian internalnya, perempuan lebih mudah dipercaya, bisa bertahan di semua kondisi, dan inovatif dalam hal pengembangan usaha, Para perempuan mudah survive dengan banting setir menjadi pengusaha baru ketika badai pandemi menerjang. Bahkan peningkatan nasabah justru terjadi saat pandemi.”Jelasnya.

 

Menurut data survei yang dia miliki, hal itu disebabkan komitmen perempuan pada keluarga yang cukup tinggi. Data yang dimiliki PNM juga menunjukkan tingkat kemacetan kredit pada nasabah perempuan juga sangat minim. Sampai hari ini, katanya.

 

Sunar Basuki, menjelaskan ada 11 juta nasabah perempuan yang menjadi sasaran program pemberdayaan berbasis kelompok. Mereka terbagi dalam 6.333 kelompok se-Indonesia. Masing-masing memiliki 15 hingga 20 anggota dengan usia 17 tahun hingga 65 tahun. Masing-masing anggota mendapatkan pinjaman modal usaha mulai dari Rp2 juta hingga Rp20juta.

 

Kurun waktu setahun mereka mampu menaikkan jumlah sasaran permodalan dari 7,8 juta orang menjadi 11 juta orang. Sementara, dana yang disalurkan mencapai Rp4,9 triliun. “Tahun ini kami menarget Rp14 triliun bisa disalurkan,” kata Sunar.

 

Peluang pengembangan usaha oleh perempuan ini kemudian ditangkap oleh oleh BRI, dan Pegadaian. Bersama PMN, keduanya menggarap program holding ultra mikro (UMi) yang dirilis di Balai Kelurahan Manahan Solo, Jumat pagi. Mereka saling berkolaborasi untuk mendukung para perempuan mengembangkan usahanya lewat sektor perdagangan.

 

Mayoritas perempuan yang didukung program  ini menggeluti usaha di bidang makanan. Selain karena keuletan, Perempuan punya modal dasar berjualan yakni lewat kepiawaiannya mengolah makanan. Perempuan juga punya semangat yang tinggi untuk belajar.

 

Salah satu perempuan pengembang usaha ultra mikro adalah Marsini (36),yang membuat olahan jajanan pasar, Setiap hari Marsini membuat dan menjual dagangannya,Selain dititipkan ke warung warung juga ke penjual tenongan di pasar tradisional di Solo.

Meski omzetnya sedikit alias tidak banyak,Marsini mengaku hasilnya cukup untuk membantu keuangan keluarganya,” kata Marsini.

 

Marsini sendiri sudah membuat dan menjual aneka jajanan pasar sudah dua tahunan, yang awalnya berjualan sendirian. Sampai akhirnya ia bertemu dengan rekan lain dan bergabung di salah satu kelompok usaha. Banyak manfaat yang dia dapatkan dari bergabung dengan grup usaha. Mulai dari permodalan hingga pengembangan strategi dengan memanfaatkan digital.(Agung Bram).

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.