Cakrawala News
Portal Berita Online

Perluas Pasar Batik Khas Trenggalek, Novita Hardini Kunjungi Tanah Abang Jakarta

0 165

TRENGGALEK CAKRAWALA.CO – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Novita Hardini mengunjungi pasar tekstil terbesar se-Asia Tenggara untuk memperkenalkan batik khas Trenggalek.

Setelah mendirikan UPRINTIS INDONESIA (Rumah pendampingan akselerasi UMKM Perempuan Indonesia), istri Bupati Trenggalek ini kemudian berupaya mencetak 1000 Womenpreneur Indonesia.

Dengan membuat gebrakan baru di sektor ekonomi, wanita yang menjadi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) itu mengenalkan hasil karya batik khas Trenggalek di pasar Tanah Abang agar dapat dikenal luas jangkauannya sehingga dapat memajukan UMKM di bumi Menak Sopal.

“Hari ini, saya ditemani Dinas Koperasi Usaha Mikro dan perdagangan, membawa beberapa pelaku UMKM dan pengrajin batik tulis khas Trenggalek. Kami mengajak pelaku UMKM (wonder women UMKM trenggalek) blusukan’ ke Pasar Tanah Abang, untuk menemui para pemain besar tekstil di pusat grosir tekstile terbesar se-Asia Tenggara itu,” ujar Novita Hardini, Rabu (18/5/2022).

Dengan ilmu pengetahuan yang seiring waktu bertambah dan melalui komunikasi dengan beberapa pihak, utamanya pemain besar tekstil di Pasar Tanah Abang Jakarta, agar memasukkan kain batik tulis khas Trenggalek sebagai salah satu komoditas terbaik di republik ini.

“Kita semua tahu, benar sekali kata Ibu Negara Iriana Joko Widodo, bahwasanya membangun relasi bisnis dan showcasing produk-produk UMKM harus aktif dan aktraktif dengan inovasi, terobosan dan langkah _extra ordinary_ untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM di daerah,” urainya.

Apalagi, lanjutanya, tidak sedikit produk UMKM yang dihasilkan di daerah seperti Trenggalek, belum banyak diketahui masyarakat Indonesia, sehingga pihaknya berupaya mengenalkan hingga memasarkan produk UMKM di Trenggalek agar dikenal luas.

“Meskipun kami telah berupaya mempromosikan sejak 2017 lalu. Namun saya sadar belum banyak masyarakat Indonesia tau kain batik Trenggalek, sehingga saya terus berupaya untuk mengenalkan hingga memasarkan produk UMKM di daerah Trenggalek, khususnya kepada pemain tekstil besar seperti di pusat grosir tekstil Pasar Tanah Abang Jakarta, agar bisa dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Kendati harus berada di tengah himpitan masyarakat Jakarta yang memadati lokasi Pasar Tanah Abang, ia senang karena akhirnya memberikan hasil yang menggembirakan.

“Alhamdulillah tidak sedikit toko dan ritel raksasa tekstil di setiap lantai hingga basement Blok A Pasar Tanah Abang, bisa kami sambangi dan ada prospek untuk memasukkan kain batik tulis khas Trenggalek,” ulasnya.

Sejauh ini konsep yang digagas dalam memajukan UMKM menggunakan semua tools promosi dengan memanfaatkan tekhnologi digitalisasi dan komunikasi kekinian.

“Cara-cara lama konvensional door to door seperti blusukan, juga penting dilakukan agar bos-bos tekstil tidak merasa beli kucing dalam karung dengan melihat dan mengecek langsung keindahan dan kwalitas kain batik tulis canting khas Trenggalek,” jelas dia.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengundang para penjual tekstil untuk melihat langsung kain batik tulis canting khas Trenggalek yang menjadi bahan utama para disainer pakaian dalam Merayu Trenggalek Fashion Show, Jum’at 20 Mei hingga Sabtu 21 Mei 2022 di Musium Tekstil Jakarta.

“Sebagai penggiat UMKM, kami menilai kebangkitan sektor UMKM terbukti sangat berdampak dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia di situasi apapun, termasuk dimasa pandemi Covid-19,” tutupnya. (ag)

Leave A Reply

Your email address will not be published.