Cakrawala News
Portal Berita Online

Advokat Lardi : Pembagian Harta Gono Gini Valentina dan Kliennya Ditangani Secara Fair

0

Malang, cakrawala.co – Perkara hukum bos PT. Hardlent Medika Husada (HMH), FM. Valentina dan mantan suaminya, alm. dr. Hardi Soetanto, tahun 2013 lalu. Kini kembali memanas. Ini setelah dr. Gina Gratiana dan dr. Gladys Adipranoto, keduanya anak Valentina, menyoroti di media sosial, soal mafia tanah yang beraksi di lelang sejumlah rumah dan ruko miliknya.

Termasuk rumah di Jalan Taman Ijen Malang yang masih mereka huni. Indikasi tersebut, menurut mereka, muncul setelah ada pemblokiran sertifikat milik keluarga dokter tersebut ke kantor BPN Kota Malang, sejak 5 September 2013 lalu oleh pihak lain tanpa sepengetahuan mereka. Keduanya juga mendapat surat pemblokiran dari BPN pada tanggal 1 Desember 2021.

Advokat Lardi, SH, kuasa hukum alm. dr. Hardi Soetanto mengatakan, perkara pembagian harta gono gini antara Valentina dan kliennya itu ditangani secara fair. “Kami klarifikasi. Tidak ada namanya mafia tanah. Ini sesuai bukti yang kami miliki termasuk hasil penetapan PA Tuban bahwa harta gono gini harus dibagi karena sudah tidak ada upaya hukum lagi bagi Valentina,” tegasnya, Minggu 2 Januari 2021.

Karena menurutnya Valentina tidak mau membaginya, lanjut dia, pihaknnya pun mengajukan lelang aset. “Buktinya, Hendri, ahli waris klien kami sudah menerima cek uang Rp 9 miliar dari hasil lelang lalu. Tanpa sertifikat, lelang bisa dijalankan sesuai dengan peraturan Kemenkeu No: 213/PMK.06/2020. Klien kami hanya jalankan proses pengadilan. Kalau disebut mafia tanah, tanah mana yang dimafia?,” urainya.

Toh, menurut dia lagi, Valentina masih memiliki hak 50 persen dari harta itu. “Tidak untuk klien kami semua. Ini masyarakat juga harus tahu agar tidak bias. Ada juga 14 aset sudah dijual ke pihak lain, walaupun sudah masuk sita jaminan. Ya nanti tinggal kita hitung karena semua aset itu sudah diappraisal. Sisanya tetap lelang,” papar Lardi. Ia tidak menampik, bila ada peluang hukum, akan menjalankan sesuai permintaan kliennya.

Sementara itu, dikonfirmasi hal ini, Valentina tetap berpedoman bila semua harta yang dimaksud bukanlah gono gini. “Makanya itu, saya juga tidak ambil uang yang disebut – sebut menjadi bagian saya, 50 persen itu yang sekarang jadi konsinyasi di PA Tuban. Saya tidak melelang harta saya sendiri, apalagi menjaminkan ke bank,” ungkapnya.

Kepada awak media, menambahkan jumlah aset yang diumumkan untuk dilelang adalah sekitar 40 bangunan berbentuk rumah dan ruko. “Lha mereka tahu darimana ada aset segitu? Darimana datanya? Itu banyak milik orang lain. Bukan milik saya. Lagipula yang benar, harusnya adalah sita marital dan harusnya dibekukan. Bukan sita jaminan,” ungkap dia. (Gastan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.