Cakrawala News
Portal Berita Online

Peringati Hari Perempuan Internasional,Ratusan Aktifis Tuntut Hak-Hak Perempuan

0 49

SOLO CAKRAWALA.CO,-Hari Perempuan Internasional di peringati dengan berbagai cara,Ratusan aktifis perempuan dari berbagai elemen organisasi di kota Solo,Jawa tengah.Minggu(08/03/20)pagi,menggelar kampanye menolak segala bentuk eksploitasi dan kekerasan terhadap perempuan.salah satunya menolak dengan tegas RUU cipta lapangan kerja,yang dinilai tidak berpihak kepada para pekerja khususnya perempuan.

 

Dengan membentangkan sejumlah poster dan spanduk bertuliskan penolakan kekerasan terhadap perempuan,seperti sahkan RUU penghapusan kekerasan seksual,tubuhku otoritasku,stop kekerasan seksual,dan lain sebagainya,Ratusan aktifis perempuan dari berbagai elemen organisasi kota Solo ini berjalan long march menyusuri sepanjang jalan Slamet Riyadi di arena Car Free day.Sesampainya di depan taman Sriwedari,mereka berorasi silih berganti.Menyerukan hak hak perempuan, mereka juga menolak dengan tegas RUU cipta lapangan kerja, yang dinilai tidak berpihak kepada para pekerja.sebab dinilai tidak memiliki keberpihakan kepada kelas pekerja,melainkan semata-mata berpihak pada pemilik modal.

Chandra Mahardika salah satu koordinator aksi menjelaskan, aksi ini digelar bertepatan dengan hari Perempuan Internasiona, sekaligus aksi yang pertama di kota Solo, beberapa isyu yang kami bawa,”sebenarnya secara keseluruhan ada 13 tetapi isyu yang pertama kami menolak dengan tegas RUU cipta lapangan kerja yang terangkum dalam Omnibus Law dan RUU Ketahanan Keluarga, yang melanggengkan budaya patriarki dalamranah privat hingga publik, dan menarik mundur perjuangan perempuan semakin jauh ke belakang.Selanjutnya kami mendesak pemerintah segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan RUU Pekerja,Rumah Tangga,selain itu kami juga menyatakan sikap untuk bersolidaritas kepada seluruh perjuangan perempuan di berbagai wilayah konflik dan kami juga menuntut agar pemerintah bisa mmberikan ruang, menjamin atau membuat undang undang atau peraturan yang sekiranya bisa menjamin ruang public yang aman bagi perempuan,”jelasnya.

 

 

ads bukopin

Chandra menambahkan, berbagai keresahan yang kami dapat, sehingga keresahan ini muncul ya bagaimana  kemudian pekerja pekerja perempuan itu mengalami deskriminasi di ruang public dan kemudian juga pekerja perempuan ini dieksploitasi bagaimana hak haknya terkait cuti hamil dan bahkan terkait buruh pabrik Ice Cream AIS yang mengalami keguguran, itu merupakan bentuk bagaimana pemilik modal atau kapitalisme,melanggengkan budaya budaya yang sangat sensis dan sangat menghisap terurtama kelas pekerja, terutama para pekerja perempuan.dan hal itu didukung pemerintah dengan upaya pengesahan Omnibus Law,” seperti itu,tambahnya…(AgB)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.