Cakrawala News
Portal Berita Online

Peringati 1 Muharram 1443 H, Pura Mangkunegaran Gelar Kirab Pusaka

0 30

 

Solo Cakrawala.Co,-Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, menggelar ritual kirab pusaka mengelilingi areal Istana Mangkunegaran, untuk merayakan Tahun Baru Islam 1443 H, atau 1 Suro, Jumat (29/ 0/7/2022).malam.

 

 

Usai dua tahun tidak ada kirab lantaran pandemi, Kirab Pusaka yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1443 H, atau 1 Suro, Jumat (29/ /7/2022).malam akhirnya digelar kembali Pura Mangkunegaran, Solo.

Ada 4 pusaka dalem yang dikirab keliling luar benteng pura. Pusaka itu berupa tiga tombak dan satu joli yang diusung para abdi dalem. Ribuan warga Solo dan sekitarnya datang berbondong bondong untuk menyaksikan upacara sakral tersebut dan menunggu air sisa cucian pusaka di depan Pendopo Agung.

 

Para peserta kirab sebagian besar mengenakan busana Jawa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Wakil Wali Kota Teguh Prakosa, juga nampak dalam tradisi menyambut tahun baru islam 1443 H atau malam 1 suro.

 

Sebelum kirab dimulai, dilakukan prosesi permohonan izin kepada SIJ KGPAA ( Sampeyan Ingkang Jumeneng Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aria) Mangkoenagoro X.

Kirab Pusaka Dalem dipimpin oleh KRMH Roy Rahajasa Yamin yang bertindak sebagai cucuk lampah. Acara diikuti oleh keluarga, kerabat, dan abdi dalem Mangkunegaran, tamu undangan, serta masyarakat umum.

Rute kirab dimulai dari gerbang utama Puro Mangkunegaran di Jalan Ronggowarsito, berbelok ke kanan ke Jalan Kartini, Jalan RM Said, Jalan Teuku Umar, dan kembali ke Puro Mangkunegaran.

 

Saat rombongan pusaka terakhir laku bisu akan keluar dari Pendapa Mangkunegaran, ribuan warga masyarakat dari sejumlah daerah yang sudah  menunggu sejak sore,spontan langsung menyerbu air bekas jamasan pusaka.

Suasana yang semula tertib langsung berubah ricuh, warga saling berdesak desakan mendapat air sisa jamasan pusaka tersebut. Bahkan sebagian warga juga rela memunguti sisa sisa kembang bunga air jamasan yang tumpah di bawah.

 

Ibu Asri (43)  warga Mojosongo Solo,yang juga mendapatkan air sisa jamasan pusaka, mengaku baru kali ini ikut berebut air.

Asri berkeyakinan, dengan mendapatkan air sisa jamasan pusaka Pura Mangkunegaran,bisa mendatangkan berkah. awet muda bahkan kesehatan dan rejeki melimpah.”katanya.

 

Sementara itu, Plt Pengageng Kantor Pariwisata Puro Mangkunegaran MNg Joko Pramudyo mengatakan, selama prosesi kirab, para peserta dilarang memakai alas kaki dan berbicara.

Yang Maknanya manusia selalu berhubungan dengan bumi dan manembah (berbakti atau mengabdi) kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dalam keadaan suci dan sebagai bentuk penguasaan diri agar tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain,” Prosesi semedi dilaksanakan dengan tujuan agar manusia mengingat siapa dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan sebagai bentuk kewaspadaan dari segala bentuk godaan dan perbuatan buruk,” terangnya.(Agung Bram).

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.