Perangko Tiga Jagoan Indonesia, Wujud Penghargaan Pos Indonesia Pada Komik Legendaris

JAKARTA, CAKRAWALA.CO – Dunia komik superhero atau jagoan bukan hanya milik Amerika saja. Tokoh komik superhero, juga telah muncul puluhan tahun lalu di tanah air.

Salah satunya adalah tokoh jagoan bernama Si Buta dari Gua Hantu. Sosok pendekar buta dari Banten ini adalah pendekar yang berkeliling Nusantara untuk menegakkan keadilan dan memberantas angkara murka. Tokoh fiksi pendekar buta ini merupakan karya komikus Ganes TH. Sejak kemunculannya di akhir 1967 telah mengubah peta dunia komik Indonesia, dari yang sebelumnya kebanyakan bergenre roman dan legenda, menjadi mayoritas bergenre silat. Tokoh Si Buta dari Gua Hantu ini juga telah diangkat dalam 7 film layar lebar dalam rentang waktu 1970 – 1980-an.

Tokoh adisatria Indonesia lainnya  yang juga tak kalah terkenal adalah Gundala Putera Petir. Tokoh ini merupakan karya Hasmi Suraminata yang muncul sejak pertengahan 1969. Tokoh Gundala merupakan adaptasi tokoh komik asing, namun oleh hasmi ditambahkan dengan kearifan lokal, yaitu dengan memasukan inspirasi tokoh legenda Jawa, Ki Ageng Selo, sosok sakti yang mampu menangkap petir dengan tangannya. Nama ‘Gundala’ sendiri diambil dari bahasa Jawa ‘Gundolo’ yang artinya petir. Gundala telah diangkat ke layar lebar pada tahun 1981 bertepatan dengan perayaan emasnya, tahun ini akan tayang film baru Gundala yang disutradarai oleh Joko Anwar.

Berbicara tentang jagoan, ternyata tidak selalu menampilkan tokoh-tokoh “jago” dari kalangan pria. Komik Indonesia juga pernah memunculkan, adisatria wanita yang bernama Sri Asih. Jagoan perempuan ini muncul pertama kali pada 1 Januari 1954 di Madjalah Komik. Sri Asih menginspirasi kelahiran adisatria lainnya di dunia komik Indonesia. Sri Asih juga sudah diangkat ke layar lebar di tahun yang sama. Sosok Sri Asih mampu memikat hati para pembaca komik sehingga dapat bersaing dengan komik strip dari luar negeri yang tampil di majalah dan koran dalam negeri saat itu.

Sejak April lalu, ketiga tokoh atau jagoan komik asli Indonesia itu, diabadikan dalam perangko. Adalah PT. Pos Indonesia (Persero) yang menginisiasi lahirnya perangko seri tiga jagoan Indonesia, yakni Si Buta dari Gua Hantu, Gundala Putera Petir dan Sri Asih, sebagai bentuk penghargaan atas kehadiran tokoh komik asli Indonesia itu, Acara peluncurannya telah berlangsung pada 19 April lalu di Cohive Space Gedung Filateli Jakarta. Dalam pemuatannya Pos Indonesia menggandeng Yayasan Komik Indonesia.

Acara peluncuran perangko tiga jagoan Indonesia 19/4 di Jakarta (foto : Courtesy of www.metrotvnews.com)

2019, merupakan tahun istimewa bagi dunia komik Indonesia, karena pada tanggal 4 April 2019,  adalah tepat peringatan 100 tahun kelahiran R.A. Kosasih, bapak komik Indonesia. Lewat goresan tangannya, masyarakat mengenal kisah-kisah kepahlawanan dari dunia pewayangan, legenda Nusantara, hingga adisatria (superhero) khas Indonesia.

Kehadiran Prangko seri  ini adalah sebuah warisan semangat para maestro dan bagian dari catatan sejarah panjang perjalanan Komik Indonesia. Menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kepahlawanan akan tetap hidup hari ini dan selamanya. Lewat Komik Indonesia, para adisatria ini akan terus mengisi ruang imajinasi anak-anak kita, kaum milenial hari ini dan menginspirasi kehidupan mereka sehari-hari.

Prangko seri Jagoan Indonesia ini dicetak sebanyak 90.000 set dan tersedia di Kantorpos mulai tanggal 4 April 2019. Satu lembar prangko berisi 15 keping dijual dengan harga Rp. 45.000,-. Selain prangko, juga diluncurkan Carik Kenangan (Souvenir Sheet) sebanyak 20.000 set dengat harga Rp. 20.000,- dan Sampul Hari Pertama sebanyak 1.000 set dengan harga Rp 60.000,- (Sumber : News Release Purel PT. Pos Indonesia 19/4) *** Redaksi Nasional

Facebook Comments
%d bloggers like this: