Cakrawala News
Portal Berita Online

Perangkat Desa yang Sukses Jadi Perisai BPJAMSOSTEK, Punya 3 Ribu Anggota, Bersyukur Didukung Anak dan Istri

0 314

BOJONEGORO, CAKRAWALA.CO – Sebagai pegiat Pengerak Jaminan Sosial Nasional (Perisai) BPJAMSOSTEK di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Soedjoko terbilang sukses. Sejak menjadi perisai pada 2017, bapak tiga anak ini sudah menyabet juara se-Jawa Timur dan 10 terbaik Perisai tingkat Nasional hingga akhirnya terpilih bisa berangkat ke Jepang.

Namun, keberhasilannya tersebut tak semudah membalikkan telapak tangan. Suka duka dialami pria 41 tahun ini saat menjadi Perisai. Di sisi lain, rasa lelah dan kegigihannya untuk meyakinkan masyarakat melalui BPJS Ketenagakerjaan akhirnya membuat dia bisa tersenyum lebar.

Ceritanya, Soedjoko  merupakan perangkat Desa Margoagung, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro. Saat itu, dia belum ikut menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Namun, seiring perjalanan waktu, dia mulai sadar bahwa profesinya sebagai perangkat desa belum ada jaminan tenaga kerja.

Banyak teman-teman perangkat desa yang belum terlindungi jaminan sosial. Seperti kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

“Pada waktu itu masih sedikit sekali teman-teman perangkat desa yang ikut serta menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Soedjoko kepada jurnalis cakrawala.co.

Soedjoko menerima Piagam penghargaan terpilih menjadi perisai terbaik dari kantor BPJS Bojonegoro.

Kesadaran Soedjoko lalu muncul saat melihat rekan perangkat desa mengalami sakit saat kerja. Bahkan ada yang meninggal dunia namun tanpa ada jaminan maupun perlindungan dari kantor tempatnya bekerja. Karena itulah, dia memberanikan diri mendatangi kantor BPJAMSOSTEK Bojonegoro.

”Saya ingat betul pada 2017 silaturahmi ke kantor BPJAMSOSTEK untuk nanya-nanya tentang perlindungan jaminan kerja serta bagaimana cara pendaftaranya,” ucap Soedjoko.

Nah, disitu lah akhirnya keberuntungan Soedjoko berawal. Setelah mendapatkan informasi terkait Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan, dirinya juga ditawari untuk menjadi Perisai. Saking semangatnya, dia langsung gas pol. Sosialisasi pun dilakukan oleh suami dari Sunarti (42) ini sehari setelah menyandang pegiat perisai.

“Yang pertama dalam satu tahun saya fokus sosialisasi ke teman-teman perangkat desa. Awalnya banyak juga para perangkat, daftar ke BPJS Ketenagakerjaan secara Mandiri atau BPU. Lalu dengan masifnya sosialisasi mereka banyak yang daftar atau saya akusisi dan langsung ikut empat program lengkap hingga Jaminan Pensiun (JP),” ujarnya pria yang menjabat sebagai Kasi Pemerintahan Desa Margoagung ini.

Soedjoko selain menjadi perangkat Desa dirinya aktif menjadi Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), Kabupaten Bojonegoro semakin telaten bersosialisasi. Penolakan dari sejumlah masyarakat untuk bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan tak membuatnya patah semangat. Hal itu justru membuat pria murah senyum itu semakin sabar.

“Alhamdulillah dengan kesabaran itu hingga tahun 2019 mayoritas perangkat desa di Bojoneogro sudah terdaftar ke jaminan sosial milik pemerintah ini,” kenang Seodjoko bersyukur.

Pada waktu itu, imbuhnya, Kabupaten Bojonegoro belum mengalokasikan anggaran APBD untuk jaminan BPJS Ketenagakerjaan kepada para perangakat desa. Dari situlah idenya terus muncul. Dia mendapatkan kepercayaan memperluas jaringan untuk menawarkan dan mensosialiasikan bagaimana pentingnya jaminan ketenagakerjaan.

“Rasanya senang bisa mengajak teman-teman seprofesi dan lainnya mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan yang sangat menguntungkan untuk masa depan,” paparnya.

Berangkat dari situlah Soedjoko terus berkembang. Dia tak henti-hentinya menambah akusisi peserta untuk didaftarkan secara mandiri maupun dari badan usaha.

“Suka duka pastilah ada, tapi kita tidak bosan-bosan terus sosialisasi pada masyarakat. Kan sebenarnya sangat murah hanya Rp 16.800, manfaat yang diterima sangat banyak. Uang yang dikeluarkan tidak sebanding ketika terjadi risiko dalam sebuah pekerjaan,” ujarnya.

Kini hasil jerih payahnya itu telah membuahkan hasil. Hingga saat ini dia sudah memiliki anggota kepesertaan sekitar 3 ribu orang. Soedjoko juga kembali meraih apresiasi dari BPJS Ketenagakerjaan. Dia mendapat juara 1 Perisai tingkat Jawa Timur, kategori  Perisai dengan iuran terbanyak dan pembayaran iuran tepat waktu.

Karena itu, dengan jumlah anggota kepesertaan yang melimpah, penghasilannya melebihi yang diperoleh sebagai perangkat desa. Bahkan dalam satu bulan saja penghasilannya menjadi Perisai sudah mencapai Rp 20 juta.

“Iya mas sudah dua digit penghasilannya, tapi kan juga untuk mengaji karyawan bagian admin serta untuk mendukung kemajuan organisasi,” kata Soedjoko merendah.

Soedjoko mengaku, kesuksesannya ini didapat karena semangat dan dukungan dari istri dan 3 anaknya (Fais, Hilmi dan Ozi) Tak lupa juga masukan dan saran dari para pegawai BPJAMSOSTEK yang sudah mengusulkannya menjadi Perisai.

”Selain keluarga, BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro mulai dari ARK dan Kakacab dorongan semangatnya sangat luar biasa hingga saya seperti saat ini. Alhamdulillah,” tutupnya.

Sementara itu  Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro, Iman M Amin membenarkan jika salah satu Perisai atas nama Soedjoko berprestasi serta membanggakan di kantor cabang BPJAMSOSTEK Bojonegoro. “Pak Soedjoko sudah menjadi Perisai kami sejak tahun 2017, orangnya aktif dan sering berkomunikasi, bersinergi dengan kami di kantor,” Kata Imam M. Amin.

Dari 7 Perisai yang terdaftar di kantor BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro, Soedjoko merupakan Perisai yang berprestasi mulai tingkat Jawa Timur dan Nasional.

Dari data yang diterima redaksi cakrawala.co dari kantor BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro. Peserta baru di tahun 2021 : Penerima Upah (PU) 421 PK/BU dan 17.184 Tenaga Kerja (TK). Untuk data TK aktif sebanyak 2931 aktif PK/BU dan 47.887 TK. Kontribusi agen Perisai Soedjoko di tahun 2021 : 336 PK/BU dan 3.154, TK atau 11% PK/BU dan 7% TK.  Sementara itu untuk Bukan Penerima Upah (BPU) : peserta baru BPU 8.060 TK, untuk TK 6.701. Kontribusi agen Sujoko 182 TK atau 3% TK. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.