Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Penyidik PPA Polresta Sidoarjo Mendapat Sorotan, Terkait Lambatnya Penanganan Penganiayaan Kasus Anak Dibawah Umur

0 75

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo, mendapat sorotan dari masyarakat Sidoarjo yang peduli terhadap korban kekerasan terhadap anak. Masyarakat meminta pihak penyidik atau pimpinan di Polresta Sidoarjo, menindak para pelaku penganiayaan terhadap anak yang terjadi di Desa Kajeksan, Kecamatan Tulangan.

Keresahan tersebut diungkapkan oleh Ketua Generasi Peduli Anti Kekerasan Perempuan dan Anak, Abdul Aziz Muchammad, MA, yang peduli terhadap peristiwa penganiayaan terhadap korban Dikcy Pribadi (16) diketahui tinggal di Ponpes Darunnajah di Desa Kajeksan, Kecamatan Tulangan.

Korban bekerja ke Ainur Rofik (anak dari pengasuh Ponpes) sebagai buruh angkut dan kernet, dia merantau dari Jombang ke Sidoarjo demi menyambung hidup mencari rezeki.

“Kita mendapatkan informasi dari pihak penyidik bahwa kasus ini akan secepatnya dilakukan pemeriksaan terhadap dua Terlapor Hari dan Heri, (Heri oknum Polri dan Hari oknum ASN DPRD Sidoarjo). Segera saja untuk ditindaklanjuti, karena bahasa secepatnya kurang begitu jelas. Semestinya transparasi ini, masyarakat harus mengetahui jangan sampai terjadi kembali di desa manapun di Sidoarjo khususnya, lebih-lebih di Jawa Timur bahkan di Indonesia,” Kata Abdul Aziz Muhammad, warga Sidoarjo yang berempati terhadap kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur.

Tindakan seperti ini tidak boleh terjadi, apalagi ada dua oknum terlapor semestinya mengayomi masyarakat tidak malah menakut-nakuti.

Masih dikatakan Abdul Aziz Muhammad yang juga Dosen Unsuri menambahkan, kita berhadap kasus ini jangan sampai berlarut-larut karena hal ini jangan sampai dikaitkan dengan beberapa hal, proses dukung mendung dalam Pilkades di Desa Kajeksan.

Untuk sekedar diketahui, pada hari Kamis 7 Mei 2020 sekitar pukul 02,00 Wib di Jl. Desa Kajeksen RT 03 RW 01, telah terjadi tindak pidana Kekerasan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh massa, namun berdasarkan laporan korban ke SPKT Polresta Sidoarjo menyebutkan pelaku penganiayaan diantaranya oknum Polisi atas nama Heri dan oknum ASN Hari yang bekerja di lingkungan DPRD Sidoarjo.

Warga menangkap Diky Pribadi saat diketahui masuk ke pekarangan milik warga atas nama Saiful. Disaat itu warga desa sedang jaga malam dalam rangka PSBB.

Bahkan sempat viral berdar video dua anak kecil diduga masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) menjadi saksi atas tertangkapnya Diky Pribadi. Namun dua anak tersebut tidak dibawah ke kantor desa Kajeksan. Dan lebih beruntungnya lagi dua anak tersebut tidak mengalami penganiayaan.
Dalam video berdurasi 1 menit 54 detik, dua anak tersebut ditanya seorang warga yang suaranya terekam. “kamu sedang ngapain malam-malam” jawab mereka “Apine ngolek telo gawe bakar-bakar”.

Diduga lantaran dua anak tersebut warga setempat sehingga warga tidak membawanya ke kantor balai desa.

Setelah tidak terbukti melakukan pencurian. DP pulang ke Jombang. Namun mengetahui anaknya mengalami luka dibagian leher kanan dan kiri, luka lecet diduga bekas sulutan rokok di punggung dan memar pada bagian pelipis.

Sambang, orangtua Diky Pribadi, warga Desa Tanggungan RT 04 RW 09, Kecamatan Diwek, Jombang. Didampingi Ainur Rofik yang merupakan Bosnya. Melapor ke Polresta Sidoarjo pada ke esokan harinya Jumat 8 Mei 2020.

Setelah menjalani proses laporan dan pemeriksaan lanjutan di RSUD Sidoarjo berupa visum et repertum. Lalu keluar satu lembar surat Laporan Polisi (LP) Nomor : STTLP/169/V/2020/Jatim/Resta SDA, tertangal (8/5). Dalam perkara Kekerasan Terhadap Anak. Terlapor Hari dkk, dan pasal yang tertulis dalam LP menyebutkan Pasal 80 UU RI no. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: