Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Penyelundupan Sabu 38,4 kg dan 40 ribu Pil Ekstasi Berhasil di Gagalkan

0 31

BINTAN, CAKRAWALA.CO – Tim F1QR Gabungan Koarmada I yang terdiri dari FQ1R Lantamal IV Tanjungpinang dan FQ1R Lanal Batam menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 38,4 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 40.000 di Lagoi, Bintan Utara, Kepulauan Riau, Rabu (Rabu) 15/6), sekitar pukul 23.00 WIB.

Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono menjelaskan bahwa penangkapan barang haram tersebut berawal dari informasi intelijen kemudian diteruskan ke staf operasi untuk dilaksanakan penangkapan oleh Tim FQ1R Gabungan Koarmada I.

Menurut Pangkoarmada I, pada pukul 17.00 WIB, Tim F1QR Lanal Batam memanggil di Sagulung, Batam.

Sementara Tim F1QR Lantamal IV Tanjungpinang mengatur di Tanjunguban, Bintan untuk melakukan pengarahan.

Selanjutnya, pukul 17.30 WIB, tim langsung bergerak menuju posisi penyangga di kapal Lagoi.

“Pukul 18.05 WIB, tim tiba di posisi penyangga, selanjutnya tim menunggu sambil berada di dekat Lagoi. F1QR berada di posisi di antara Pangerang, Malaysia dan Indonesia. FQ1R Lantamal IV berada di posisi 6 mil di atas berakit,” ungkap Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono dalam keterangan pers di Mako Lantamal IV di Tanjungpinang, Kepri, Kamis (16/7).

Lebih lanjut, baru terbit sekitar 23.15 WIB, tim melihat satu buah speed boat melaju dengan kecepatan tinggi dari Arah pangerang Malaysia menuju ke arah arah arah OPl.

Kemudian, tim melakukan pengejaran dan terlihat mengeluarkan beberapa kantong plastik ke laut.

Pukul 23.30 WIB, tim berhasil menyelamatkan satu orang berinisial I, warga Batam di pelayaran utara Lagoi yang dilindungi penyelundup narkoba dengan menggunakan fasilitas speed boat dua mesin 250 PK.

“Pukul 23.45 WIB, selanjutnya tim mencari barang bukti yang dikirim ke laut di Lagoi dan menemukan tiga buah kantong plastik yang diperkirakan berisi narkoba jenis sabu-sabu dan pil ekstasi,” sebut Pangkoarmada I.

Lanjutkan, hasil tangkapan narkoba saat ini memiliki nilai ekonomis sekitar Rp100 miliar, dan disetujui dapat menghemat ribuan generasi muda dari hasil benda haram tersebut.

“Kami masih melakukan pengembangan terkait pengungkapan kasus ini,” tegasnya. (Fik)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: